Economic Review- Potensi kekayaan alam Indonesia menjadikannya sebagai salah satu negara ekportir energi baru dan terbarukan terbesar di dunia pada tahun 2050. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Bincang Urban20 yang merupakan rangkaian Presidensi G20, Kamis (17/2).
“Sebuah studi yang dilakukan Stanford University, California, Amerika Serikat terkait energi terbarukan mengungkapkan di mana negara yang neraca energi terbarukannya sempurna. Ternyata Indonesia,” ujar Ridwan Kamil.
Studi tersebut, kata Kang Emil, merujuk pada potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Kekayaan alam nasional bahkan disebut dapat mendukung penuh untuk menjadikan Indonesia sebagai pemasok energi terbarukan. “Tuhan memberikan takdir dari matahari, air, gas, panas bumi dan lain-lain. Itu bisa menghasilkan 400 ribu mega watt kalau ditransformasikan jadi energi,” katanya.
Dikatakan Kang Emil, jika 300 juta penduduk Indonesia, seboros-borosnya ya paling hanya mengkonsumsi 200 ribu mega watt. Berarti sisanya bisa di jual ke negara yang membutuhkan energi baru terbarukan.
Ia memandang, momentum Presidensi G20 dapat menjadi ajang bagi Indonesia untuk merumuskan kebijakan ekonomi hijau. Namun, menurutnya, hal tersebut harus diiringi dengan kebijakan konkret.
“Pertanyannya, political will-nya mau apa enggak? Dalam UU energi terbarukan kita hanya menargetkan 30 persen di tahun sekian. Jadi bukan tidak ada resources-nya, tapi kemauannya,” tegasnya,








