EconomicReview – Ajang tahunan The Best Global Company 2022 dan The Global Leaders ke-2 2022 digelar secara hybrid. Acara offline diselenggarakan langsung di Turki sedangkan online digelar melalui zoominar pada 6 Juni 2022.
Hadir secara langsung di Turki antara lain Israfil Kuralay (Vice President of the Executive Board of Istanbul Chamber of Commerce), Ilhan Erdal (Chairman of the DEIK Türkiye-Indonesia Business Council), Dewi Motik Pramono dan Irlisa Rachmadiana mewakili the Indonesia Women Leaders Association, serta Prof. Askin Asan (Ambassador of the Republic of Türkiye di Indonesia).
Dalam acara tersebut, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) meraih dua penghargaan, yakni The Best Global Company 2022 dan The Global Leaders 2022 diberikan kepada Ludijanto Setijo, Presiden Direktur Pan Brothers.
Penghargaan prestisius ini tak lepas dari kinerja Pan Brothers sepanjang 2021 yang mencatat pendapatan US$689,44 juta, melesat 0,66 persen dari periode sama 2020 di kisaran US$684,89 juta. Beban pokok penjualan US$611,96 juta, naik 3,07 persen dari periode sama 2020 di level US$593,69 juta. Laba bersih tercatat US$15,40 juta, turun 25,71 persen dari periode sama 2020 dengan tabulasi US$19,36 juta.

Total aset terkumpul US$696 juta, menanjak tipis dari tahun sebelumnya US$693 juta. Liabilitas turun 1,85 persen menjadi US$405,41 juta dari edisi sama 2020 di posisi US$412,93 juta. Jumlah ekuitas US$291 juta, naik 3,92 persen dari periode sama 2020 sejumlah US$280 juta.
Untuk tahun 2022, Pan Brothers menargetkan pendapatan maupun laba bersih akan tumbuh setidaknya single digit. Hal ini ditopang oleh penerapan bea masuk tindak pengamanan (BMTP) atau safeguard tahun depan dan penjualan merek-merek garmen internasional.
Pertumbuhan ini karena kinerja penjualan dalam negeri pada 2022 akan meningkat, seiring penerapan kebijakan safeguard tahun depan. Safeguard merupakan tindakan pengamanan berupa pembatasan perdagangan internasional untuk melindungi pasar domestik dari luapan impor yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap industri domestik. Selain itu, pertumbuhan penjualan Pan Brothers juga akan didorong oleh beberapa merek garmen internasional, seperti Adidas, Uniqlo, dan The North Face.
Sedangkan pada Kuartal I 2022, penjualan Pan Brothers naik tipis dengan nilai laba Rp 52 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 2,21 juta atau setara Rp 32,05 miliar. Kenaikan laba Pan Brothers turut ditopang oleh penjualan perusahaan, tercatat sebesar US$ 127,21 juta (Rp 1,84 triliun) naik tipis sebesar 0,83% dari sebelumnya US$ 126,16 juta (Rp 1,82 triliun).
Sementara itu, meski tengah digugat terkait utang dan menghadapi tantangan yang disebabkan oleh pandemi dan pengurangan trade line yang signifikan, manajemen mengklaim kegiatan operasional tetap berjalan. Manajemen Pan Brothers dalam keterangan resminya mengatakan, penyelesaian proses restrukturisasi ini akan membuat Pan Brothers dapat bergerak lebih leluasa untuk menjalankan operasional perusahaan tanpa hambatan. Saat ini, Pan Brothers memiliki kapasitas terpasang untuk garment sebesar 117 juta buah per tahun.


