EconomicReview – Di tengah proses akuisisi oleh Kasikornbank Public Company Limited (KBank) yang merupakan bank asal Thailand, hingga periode 31 Desember 2021, Bank Maspion berhasil membukukan laba bersih Rp 80,16 miliar dengan laba operasional Rp 100,71 miliar. Sedangkan total aset perusahaan mencapai Rp 14,23 triliun yang terdiri dari liabilitas Rp 12,90 triliun dan ekuitas Rp 1,33 triliun.
Selama ini, Bank Maspion dikenal sebagai bank yang dimiliki Grup Maspion berbasis di Surabaya. Mengacu situs perusahaan, Bank Maspion memiliki sebanyak 698 karyawan dan memiliki 46 jaringan kantor yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Sebagaimana diketahui Kasikornbank Public Company Limited (KBank) akan mengakuisisi 67,5% saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS). Kedua perusahan telah menyepakati perjanjian jual-beli bersyarat pada 30 Mei 2022. Akuisisi ini dilakukan melalui anak usaha KBank, PT Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd (KVF). Dalam pengumumannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, KVF menandatangani perjanjian penjualan saham bersyarat dari pemegang saham Bank Maspion.
Transaksi tersebut diharapkan akan meningkatkan kinerja perseroan. Salah satunya dengan diperolehnya penghargaan untuk Bank Maspion dalam ajang tahunan Indonesia-Turkiye Global Leaders Award ke-2 tahun 2022. Penghargaan itu antara lain sebagai The Best Global Company 2022 dan The Global Leaders 2022 diberikan kepada Herman Halim, Presiden Direktur PT Bank Maspion Indonesia, Tbk.

Penganugerahan penghargaan pada 6 Juni 2022 tersebut digelar secara hibrid baik offline yang digelar langsung dari Turki maupun online melalui zoominar. Hadir secara langsung di Turki antara lain Israfil Kuralay (Vice President of the Executive Board of Istanbul Chamber of Commerce), Ilhan Erdal (Chairman of the DEIK Türkiye-Indonesia Business Council), Dewi Motik Pramono dan Irlisa Rachmadiana mewakili the Indonesia Women Leaders Association, serta Prof. Askin Asan (Ambassador of the Republic of Türkiye di Indonesia).
Manajemen Bank Maspion menyampaikan, transaksi itu akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Bank of Thailand, Otoritas Jasa Keuangan dan pemegang saham perseroan. Adapun, pertimbangan dilakukannya transaksi penjualan saham oleh perseroan agar dapat memberikan akses yang lebih luas kepada layanan jasa perbankan oleh perseroan kepada investor-investor Thailand yang telah melaksanakan investasinya di Indonesia, terutama investasi yang dilakukan di lokasi yang sama dengan lokasi kantor pusat dan jaringan kantor cabang perseroan.
Setelah transaksi akuisisi, rinciannya PT Alim Investindo dengan kepemilikan 8,17%, PT Maspion 12,46%, PT Husin Investama 2,81%, PT Maspion Investindo 2,46% serta lima pemegang saham individual dengan kepemilikan 4,11% kepada KVF dan pembelian atas saham baru dalam rangka penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Transaksi ini menyebabkan KVF dan KBank memiliki 67,5% bagian dalam saham perseroan. Sebelum transaksi, Kasikornbank Public Company tercatat menguasai sebanyak 9,99% di bank yang didirikan pengusaha Alim Markus tersebut.


