EconomicReview – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp4,8 miliar untuk angkutan kapal laut menuju Kepulauan Seribu. Bantuan subsidi angkutan kapal itu diberikan berbarengan dengan subsidi BBM sebesar Rp62,5 miliar kepada TransJakarta.
“Kapal ke Kepulauan Seribu kami subsidi Rp4,8 miliar,” kata Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria saat hadir pada “Cash Free Day” di Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu.
Ia berharap subsidi BBM itu membantu masyarakat di tengah kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan subsidi tersebut, tarif transportasi umum TransJakarta dan angkutan kapal laut menuju Kepulauan Seribu tidak naik.
“Jadi Insya Allah kami bantu subsidi untuk transportasi agar membantu masyarakat di tengah kenaikan harga BBM,” katanya.
Sedangkan angkutan umum perkotaan (angkot) yang belum terintegrasi dengan JakLingko tidak mendapatkan subsidi. Sehingga tarif angkutan umum ikut menyesuaikan dengan harga BBM. Meski begitu, Pemprov DKI masih membahas opsi menambah angkot untuk mendapatkan subsidi.
Berdasarkan data dari Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, jumlah angkutan umum mikrolet yang belum terintegrasi mencapai sekitar 4.500 unit, dari total sekitar 6.600 unit. Sedangkan sisanya sekitar 2.100 unit mikrolet sudah terintegrasi dengan JakLingko dengan nama Mikrotrans.
Foto : Istimewa


