EconomicReview – Bandar Udara Internasional Banyuwangi meraih Aga Khan Award for Architecture 2022 sebagai salah satu bangunan berarsitektur terbaik dunia. Ini merupakan kali kedua bagi BUMN PT Angkasa Pura II meraih penghargaan tersebut atas bandara yang dikelolanya.
Sebelum Bandara Banyuwangi, Angkasa Pura II sudah pernah mendapatkan penghargaan untuk Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tahun 1995
Bandar Udara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan karya arsitek Andra Matin. Penghargaan tersebut diumumkan langsung dari Genewa, Swiss, pada Kamis (22/9).
Dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat, Bandara Banyuwangi yang terletak di Desa/Kecamatan Blimbingsari berhasil menyisihkan 463 nominasi bangunan dengan arsitektur terbaik dari seluruh dunia, yang kemudian diseleksi menjadi 20 nominasi untuk selanjutnya ditetapkan enam pemenang terbaik.
Bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia itu bersanding dengan sejumlah gedung tersohor lainnya di dunia yang sama-sama mendapatkan penghargaan bidang arsitektur tertua tersebut.
Sebagaimana dikutip dari laman resmi Aga Khan Development Network (AKDN), penghargaan ini menekankan pada karya arsitektur yang tidak hanya mampu menyediakan kebutuhan fisik, sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga merespons aspirasi budaya mereka.








