EconomicReview – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan bahwa saat ini ada tiga kerja sama di bidang teknologi yang tengah dilakukan pemerintah. Tujuannya untuk mengoptimalkan produksi minyak dan gas (migas) di Tanah Air.
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto menjelaskan bahwa ketiga kerja sama tersebut adalah Enhanced Oil Recovery (EOR) Pertamina di Blok Rokan khususnya lapangan Minas, Petrochina di Blok Rokan, serta kerja sama dengan Sinopec di lima lapangan potensial Pertamina.
Selain upaya optimalisasi produksi migas, mulai dari penerapan teknologi optimalisasi produksi, reaktifasi lapangan/sumur idle, dan eksplorasi potensi migas. Selain itu, beberapa kebijakan baru juga disiapkan.
Terkait penerapan teknologi optimalisasi produksi, untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) Pertamina di Blok Rokan khususnya lapangan Minas, tahap awal di Minas area-A ditargetkan mulai injeksi chemical tahun depan. Sedangkan produksi full scale-nya di Minas area-B hingga area-E rencananya mulai produksi tahun 2030. Namun Pemerintah minta produksi lebih cepat. Sebagaimana arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar dipercepat paling lambat tahun 2029.
Kemudian kerja sama dengan Petrochina di Blok Rokan. Hal tersebut sebagaimana tindak lanjut pertemuan Menteri ESDM dengan pihak China pada rangkaian Indonesia-China Energy Forum (ICEF) ke-7 di Bali awal September 2024.
“Menindaklajuti pertemuan ICEF dan pembahasan teknis, Pertamina koperatif membuka ruang kerjasama optimalisasi produksi dengan Mitra. Rencananya di lapangan Minas area-F dijajaki kerjasama operasi (KSO) Pertamina dengan Petrochina,” ujar Ariana di Jakarta, Sabtu (21/9).
Terakhir, adalah kerja sama dengan Sinopec di 5 lapangan potensial Pertamina. Tim teknis sudah melakukan evaluasi teknologi ke lapangan di China bulan lalu. Sekaligu melakukan pembukaan data migas oleh Pertamina ke Sinopec didukung ESDM dan SKK Migas.
Selanjutnya, Tim teknis Sinopec akan turun ke 5 lapangan Pertamina tersebut dalam waktu dekat. Lima lapangan tersebut yaitu Rantau, Jirak, Tanjung, Pamusian, dan Zulu.
Kementerian ESDM bersama SKK Migas mulai jajaki kemungkinan kebijakan insentif untuk EOR. “Kita mulai rancang bersama antara ESDM dan SKK Migas bagaimana ketentuan teknisnya agar dapat mendorong penerapan EOR lebih atraktif,” tandas Ariana.








