EconomicReview- Jakarta, 19 Mei 2025 – Kementerian PPN/Bappenas bersama BRICS Academy of Skills Development and Technology Innovation (Xiamen), China menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kolaborasi dalam Pembangunan Berkelanjutan dan Inovasi Teknologi, Senin (19/5). Agenda ini menjadi momentum membangun kerangka kerja formal bagi kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas dan BRICS Academy dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, pengembangan kapasitas, dan inovasi teknologi pada sektor-sektor prioritas yang akan tercantum oleh Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkapkan peran Kementerian PPN/Bappenas menjadi semakin penting dalam konteks pembangunan berkelanjutan, mewujudkan visi jangka panjang Indonesia Emas 2045. Sebagai lembaga perencana utama pembangunan nasional, Kementerian PPN/Bappenas memiliki mandat untuk 1) merumuskan kebijakan pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan; 2) mengoordinasikan perencanaan pembangunan lintas sektor dan lintas daerah; serta 3) memimpin pelaksanaan serta pemantauan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di Indonesia. Sementara itu, BRICS Academy merupakan organisasi kolaboratif yang fokus pada pengembangan keterampilan dan inovasi teknologi sebagai platform berbagi keahlian, pelatihan, dan pengembangan solusi inovatif.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi internasional yang inklusif dan berorientasi pada aksi. Rencana kerja sama mencakup bidang energi terbarukan, pangan dan gizi, pertanian berkelanjutan, sains dan teknologi ekonomi biru, food loss dan food waste, pengembangan keterampilan, teknologi terapan, dan inovasi teknologi, serta pengembangan SDGs Entrepreneur Center untuk melahirkan wirausaha muda berbasis teknologi dan riset. “Kami sangat senang bekerja sama dalam mekanisme BRICS, berkolaborasi untuk memajukan penerapan teknologi dan inovasi teknologi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Presiden BRICS Academy of Skills Development and Technology Innovation (Xiamen) sekaligus Ketua China Chapter dari Pokja Pengembangan Keterampilan, Teknologi Terapan, dan Inovasi Dewan Bisnis BRICS Liu Zhenying.
Kemitraan Kementerian PPN/Bappenas dan BRICS Academy bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan langkah strategis menuju transformasi global yang inklusif dan berkelanjutan. “Sebagai penutup, sekali lagi saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas inisiatif dan kerja keras BRICS Academy. Kami meyakini dengan semangat kolaborasi dan saling percaya, kemitraan ini akan memberikan kontribusi nyata bagi dunia yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing,” tutup Menteri Rachmat Pambudy.




