EconomicReview – Manajemen risiko di Bank Jawa Tengah di fokuskan pada penguatan tata kelola, kepatuhan, dan pengendalian internal, dipimpin oleh Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko serta Divisi Enterprise Risk Management. Kebijakan mencakup portofolio kredit (terutama UMKM), mitigasi risiko operasional, dan kepatuhan terhadap peraturan, didukung komite audit dan nominasi.
Berkat tata kelola tersebut maka Bank Jateng berhasil dinobatkan sebagai 1 st The Best Indonesia Enterprises Risk Management – VIII – 2026, Gold Award – Excellent, Category : Regional Development Bank– Asset > Rp. 90T berkat penerapan ERM apik dan berkesinambungan.
Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dalam meningkatkan value added bagi perusahaan, minimal dapat bertahan. Dengan memitigasi risiko, diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian, meningkatkan daya saing, yang pada akhirnya meningkatkan shareholders wealth.
Manajemen Risiko merupakan serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha entitas atau perusahaan.
Tujuan manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuannya untuk menyerap kerugian, atau membahayakan kelangsungan usahanya.
Metode penjurian meliputi Analisa data oleh Dewan Juri (s/d Des-2025) dilakukan melalui: Secondary Data Approach (Website: Annual Report, Company Profile, dan data terkait lainnya).
Acara berlangsung secara meriah di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI berlokasi di Jl. Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta Pusat. Acara dihadiri oleh perusahaan swasta, non swasta, Bank, BPR hingga BPD.


