Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Inilah Kolaborasi YDBA dan PAMA Apresiasi Komunitas Petani Padi BOSS

by Corry
October 1, 2020
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
150 3
0
Inilah Kolaborasi YDBA dan PAMA Apresiasi Komunitas Petani Padi BOSS
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview-Sebagai bentuk apresiasi terhadap petani binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) yang tergabung dalam Komunitas Petani Padi Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS), tepat ditanggal 30 September 2020 YDBA dan PAMA menyerahkan mesin & rumah penggilingan padi kepada komunitas tersebut di Bontang, Kalimantan Timur. Apresisasi sekaligus pencerminan kegiatan Semangat Berbagi Wujudkan Harapan YDBA dan PAMA, untuk mendukung produktivitas bisnis yang dilakukan Komunitas BOSS.

Penyerahan mesin penggilingan secara simbolis diberikan oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Bessai Berinta, Suryo Aji mewakili YDBA, sedangkan penyerahan rumah penggilingan secara simbolis diberikan oleh Dept. Head CSR PAMA Site PT Indominco Mandiri, Agung Dwi Ananto Djati mewakili PAMA kepada Perwakilan Komunitas Petani BOSS, yaitu Koordinator Bidang Budidaya,
Mus Mulyadi dan Koordinator Bidang Humas, Sulaiman.

 

Hadir secara virtual dalam acara ini, yaitu Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, SRGS Division Head PT Pamapersada Nusantara TH Puguh Sasetyo, Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging dan Deputi Project Manager PT Pamapersada Nusantara Site PT Indominco Mandiri, Alfian Nasution.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus YDBA menyampaikan harapan dari penyerahan apresiasi ini. Sigit berharap mesin penggilingan yang diberikan YDBA dan rumah penggilingan yang diberikan PAMA dapat dioptimalkan sehingga menghasilkan produk beras organik sebagai produk bernilai tambah yang
nantinya dapat mengantarkan petani menjadi mandiri dan naik kelas dengan produknya.

Sedangkan SRGS Division Head PT Pamapersada Nusantara dalam sambutanya menyampaikan, bahwa dengan adanya apresiasi ini diharapkan dapat mengurangi cost yang dikeluarkan petani yang selama ini membayar sewa dalam menggiling padi. Sehingga, terjadi peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya petani yang tergabung dalam Komunitas BOSS.

 

Dalam kegiatan ini juga, Komunitas Petani Padi BOSS yang diwalili oleh Mus Mulyadi berkesempatan sharing mengenai Perjalanan Petani Padi Konvensional menjadi Organik. Dalam sesi sharing ini, Mus Mulyadi menyampaikan bagaimana perjalanan awal mula beralih menerapkan sistem tanam organik,
tantangan dalam perjalanan tersebut, manfaat setelah beralih ke organik dan pencapaiannya setelah beralih menjadi petani padi organik.

“Setelah beralih menjadi petani organik, mereka memiliki kemampuan dalam memilih benih yang unggul, adanya peningkatan hasil panen, semakin kreatif dan aktif dalam budidaya, kompetensi teknis & manajemen meningkat serta turunnya penggunaan bahan kimia,” papar Mus Mulyadi.

Di akhir sesi sharing, Mus Mulyadi menyampaikan harapan atas apresiasi berupa mesin dan rumah penggilingan padi yang diberikan oleh YDBA dan PAMA. Mus Mulyadi berharap dengan apresiasi

Ditempat yang sama Koordinator LPB Pama Bessai Berinta,  Suryo Aji menjelaskan pelaksanaan pertanian padi organik ini telah berjalan 3.5 tahun. Dan selama itu pula sebenarnya cukup banyak tantangan yang harus dihadapi. Sebut saja pemolakan dan kurang antusiasnya para petani akan keberhasilan program pertanian padi organik. Awal mulai pelaksanaan program ini kurang ditanggapi dengan baik oleh masyarakat pertanian.

“Awalnya mereka tidak terlalu antusias malah kami ditolak. Mereka belum memiliki kepercayaan karena sudah puluhan tahun budidaya kan pemakaian racun untuk menghantikan hama. Keraguan mereka ini kami hilangkan sedikit demi sedikit, awalnya program pertanian organik kami lakukan hanya dibeberapa petak sawah paling banyak 2 petak sawah saat itu, yang diharapkan nanti menjadi contoh. Hingga akhirnya terbukti ada satu petani yang berhasil dan kemudian mereka mulai mencoba untuk bertanya-tanya bagaimana program pertanian organik itu,” ucap Suryo Aji

Tak hanya itu lanjut Suryo Aji, tantangan berikutnya yang dialami adalah tenaga kerja. Untuk keberhasilan lahannya pertanian organik ini memang membutuhkan tenaga kerja. Sehingga hal ini menjadi tantangan mengingat diawal penerapan program pertanian organik, banyak yang ragu bahkan tidak tertarik.

“Ini tantangan karena dalam pengelolahan pertanian organik ini, kita membutuhkan banyak tenaga kerja karena seluruh pengelolahan pertanian ini sistemnya dihasilkan oleh kita sendiri. Semua yamg diperlukan kita sendiri yang menghasilkan nya. Sehingga kami butuh banyak merekrut anggota hal ini dibutuhkan kerjasama,” cerita Suryo Aji hingga akhirnya kini ada sebanyak 13 LPB Pertanian Organik saat ini.

Tags: Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBAYDBA
Previous Post

Terra Drone Indonesia Sukses Lakukan Survey Jalur transmisi Listrik PLN di Sulawesi

Next Post

Semarak PRU25 Acteev Virtual Walk & Run Charity for Desa Maju Prudential

Related Posts

YDBA Hadirkan 4 Stakeholder ke Banyumas Dalam Rangka Link and Match Bersama UMKM
BERITA TERKINI

YDBA Hadirkan 4 Stakeholder ke Banyumas Dalam Rangka Link and Match Bersama UMKM

November 19, 2022
YDBA Hadirkan Komponen dan Aksesoris Motor di IMOS 2022
BERITA TERKINI

YDBA Hadirkan Komponen dan Aksesoris Motor di IMOS 2022

November 14, 2022
YDBA dan PIP Kemenkeu RI Launching Program Pembinaan UMKM Hortikultura
BERITA TERKINI

YDBA dan PIP Kemenkeu RI Launching Program Pembinaan UMKM Hortikultura

November 2, 2022
HUT Ke-42, YDBA Berkolaborasi Tumbuh Bersama UMKM
BERITA TERKINI

HUT Ke-42, YDBA Berkolaborasi Tumbuh Bersama UMKM

August 22, 2022
UMKM YDBA Hadir di GIIAS: Otomotif, Kerajinan Hingga Alkes
BERITA TERKINI

UMKM YDBA Hadir di GIIAS: Otomotif, Kerajinan Hingga Alkes

August 20, 2022
Yuk Explore UMKM YDBA di GIIAS 2022
BERITA TERKINI

Yuk Explore UMKM YDBA di GIIAS 2022

August 13, 2022
Next Post
Semarak PRU25 Acteev Virtual Walk & Run Charity for Desa Maju Prudential

Semarak PRU25 Acteev Virtual Walk & Run Charity for Desa Maju Prudential

Recent Posts

  • Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
  • SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
  • Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
  • Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • Pemerintah Targetkan Akhir Agustus Capai Herd Immunity Setelah 80 Persen Warga Jakarta Tervaksin
  • Inggris Kembalikan 120 Manuskrip Kuno Bentuk Digital, Trah HB II Protes
  • Brother Luncurkan Printer Laser dengan Toner Original Terhemat Rp. 190 Ribu
  • HC Jadi Kunci Kesuksesan BNI Meraih 3 Penghargaan Human Capital Award 2024

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored