EconomicReview – Acara bergengsi GCG Zoominars & Indonesia GCG Award VI 2021 (IGCGA-VI-2021) dengan tema “Standardization of the implementation of sustainable GCG after the pandemic Covid-19” berhasil dihelat dengan meriah meskipun perhelatan ke-6 nya berlangsung secara virtual.
Implementasi dan keberlanjutan GCG sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan berjalan secara efektif dan efisien sehingga kesehatannya terjamin. Suatu perusahaan dikatakan memiliki tata kelola yang baik jika mematuhi tiga prinsip berikut: akuntabilitas, keadilan, dan transparansi.
Penilaian ini dilakukan kepada 1.000 perusahaan publik Tbk dan non Tbk, dimana penyaringan diawali dari kinerja keuangan, SDM, Pemasaran, IT dan operasional dan Tata Kelola Perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) per Desember 2019. Peserta penghargaan terdiri dari Lembaga Pemerintah, Perusahaan Tbk, BUMN, BUMD, maupun Perusahaan Swasta.
Salah satu perusahaan yang berjaya adalah PT Bank Pembangunan Daerah NTB (Bank NTB Syariah) yang berhasil keluar sebagai – 1st. The Best – Indonesia GCG Award –VI-2021, Category : BPD – BUKU 2 – Asset < Rp.10 T mengalahkan pesaing-pesaing di level nya.
Kinerja positif Bank NTB Syariah sepanjang 2019 antara lain mampu membukukan laba sebesar Rp 163, 25 miliar, pencapaian ini naik sekitar7,47 % dibanding tahun sebelumnya.
Inovasi lain yang telah dilakukan Bank NTB Syariah adalah menjadi BPD Syariah pertama yang menggandeng aplikasi GoJek dengan fitur GoTagihan dan dapat menerima pembayaran PBB melalui GoPay di fitur tersebut.

Bank NTB Syariah juga memiliki target dalam peningkatan user mobile banking agar bisa mencapai 10 persen atau sekitar 40 ribu pengguna pada 2019 lalu dan target tersebut pun telat dicapai.
Dengan inovasi dan dicapainya berbagai target, maka pantas jika Bank NTB Syariah menerima penghargaan GCG Award VI 2021 (IGCGA-VI-2021) sebagai apresiasi dan menambah koleksi penghargaan atas tren kinerja positif sejauh ini.
Diharapkan dengan diberikannya penghargaan ini, maka Bank NTB Syariah dapat terus meningkatkan kinerja dan menjadi pemacu agar lebih baik lagi serta mampu terus berkembang dalam ekspansi bisnis meskipun di tengah pandemi Covid-19 dan perlemahan ekonomi saat ini.
Hal ini terbukti dari Bank NTB Syariah belum terdampak terhadap penyaluran pembiayaan maupun kualitas asetnya. Pasalnya, struktur pembiayaan Bank NTB Syariah masih didominasi oleh segmen konsumtif dengan porsi lebih dari 90%, dan itu kebanyakan berasal dari debitur aparatur sipil negara (ASN) yang tidak akan mengalami gangguan cashflow walau ekonomi melambat dan juga nasabah berpenghasilan tetap.








