Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Schneider Electric Bantu Daya Saing Industri Mamin di Era Green Consumerism

by Yusniar
August 8, 2021
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
132 4
0
Schneider Electric Bantu Daya Saing Industri Mamin di Era Green Consumerism
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Schneider Electric mengungkapkan bahwa digitalisasi industri makanan dan minuman (mamin) tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan operasional. Namun, juga semakin mendekatkan dan meningkatkan kepercayaan dari konsumen. Untuk mencapainya ada tiga kunci utama yang harus dipahami perusahaan dalam perjalanan transformasi digitalnya.

Hedi Santoso, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia & Timor Leste mengatakan bahwa konsumen kini semakin menuntut keterbukaan dan akses informasi terhadap produk yang mereka beli. “Mereka ingin memverifikasi dari mana bahan-bahan tersebut bersumber dan apakah mereka telah diproses dengan cara yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Digitalisasi memungkinkan perusahaan mamin untuk memenuhi tuntunan konsumen akan keterlacakan proses siklus hidup produk secara menyeluruh. Mulai dari ketersediaan bahan baku, pemrosesan, penyimpanan, hingga distribusi produk. Meningkatkan kelincahan dan kontrol yang lebih tepat yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan.

Dalam rangka memaksimalkan manfaat digitalisasi, ada beberapa aspek dalam strategi digital yang menjadi kunci kesuksesan, di antaranya Otomatisasi Universal untuk interoperabilitas dan portabilitas yang lebih baik.

Ini artinya membangun strategi digital yang berlandaskan otomatisasi universal dimana komponen perangkat lunak otomasi dipasang dan diproduksi berdasarkan standar IEC61499. Hal ini bertujuan untuk menciptakan interoperabilitas dan portabilitas yang menghilangkan hambatan teknologi akibat platform yang tertutup dan tidak kompatible.

Otomatisasi universal memungkinkan fasilitas produksi manufaktur dan proses industri dengan cepat diprogram ulang oleh para insinyur sesuai kebutuhan, bahkan dari jarak jauh. Kelincahan dan produktivitas yang meningkat ini diperlukan untuk memenuhi pola permintaan konsumen yang berubah-ubah. Di sisi lain sekaligus menjadi solusi terhadap kendala keterbatasan yang disebabkan seperti pandemi yang terjadi saat ini.

EcoStruxure Automation Expert dari Schneider Electric merupakan sistem otomasi industri berbasis perangkat lunak pertama di dunia yang telah terstandarisasi IEC61499 yang menciptakan perubahan yang lebih baik di seluruh siklus operasional.

Manufacturing Execution System (MES) untuk integrasi sistem pengawasan yang lebih baik. Hal ini memungkinkan industri mamin meningkatkan visibilitas dan akurasi. Mulai dari pengadaan, penyimpanan dan pengelolaan bahan baku produksi hingga menjadi produk jadi. Selain itu untuk memantau performa mesin sehingga dapat memaksimalkan proses produksi, mengurangi risiko produk cacat, dan memastikan kepatuhan supplier terhadap peraturan perusahaan.

Mendukung manajer operasional dalam pengelolaan yang berkelanjutan dan memberikan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan permintaan pasar yang terus berubah. Dalam beberapa studi kasus perusahaan yang menggunakan Manufacturing Execution System dari Schneider Electric dan AVEVA, pemanfaatan MES dapat menurunkan biaya operasional hingga 20% melalui penghematan jam kerja dan optimalisasi produksi.

Edge Computing untuk pengelolaan data kritikal yang lebih efektif. Hasil penelusuran rantai pasokan dari awal hingga akhir secara real-time semakin krusial baik dalam pengambilan keputusan bisnis dan reputasi perusahaan. Dengan banyaknya data yang terkumpul dalam tiap proses rantai pasokan menjadi kurang efektif bila seluruh data harus diproses di cloud sementara beberapa pengambilan keputusan dibutuhkan lebih cepat di lapangan.

Di sinilah peran dari edge computing. Untuk memastikan edge computing memiliki ketahanan dan keamanan yang sama dengan cloud computing maka solusi edge data center harus terstandarisasi, terintegrasi dengan kemudahan pengelolaan dan pemeliharaan.

Schneider Electric melalui solusi EcoStruxure Micro Data Center dirancang untuk menjawab kebutuhan edge computing dalam membangun standar ruangan data center yang tinggi dengan tingkat ketahanan maksimal mengingat tidak semua lokasi penempatan data center didukung dengan sistem TI yang mumpuni.

Pemilihan mitra dalam mendukung perjalanan transformasi digital juga memiliki peranan penting selain aspek perencanaan dan pemilihan teknologi yang tepat. Salah satunya adalah mitra system integrator.

“Di Schneider Electric, kami membentuk jaringan global mitra bersertifikat Aliansi System Integrator dimana seluruh mitra system integrator yang bekerja sama dengan kami telah terakreditasi dan dengan spesialisasi segmen industri. Kami memiliki lebih dari 1000 mitra lokal di 67 negara yang akan mendukung percepatan transformasi digital industri termasuk industri mamin,” tutup Hedi.

Previous Post

AOSD 2021, Mendag: Bukti Kekuatan Indonesia Sebagai Penyedia Barang di ASEAN

Next Post

Mercedes-Benz Cars & Daimler Truck Bakal Jadi Perusahaan Independen

Related Posts

Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
KEBIJAKAN

Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi

May 5, 2026
SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
BERITA TERKINI

SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)

May 2, 2026
Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
BERITA TERKINI

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z

May 2, 2026
Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
BERITA TERKINI

Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon

April 30, 2026
Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Next Post
Mercedes-Benz Cars & Daimler Truck Bakal Jadi Perusahaan Independen

Mercedes-Benz Cars & Daimler Truck Bakal Jadi Perusahaan Independen

Recent Posts

  • Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
  • SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
  • Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
  • Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • Dermaline Mesotherapy Solusi Cantik Untuk Semua Jenis Kulit
  • Langkah Efisiensi, Garuda Pangkas 237 Rute Jadi 140
  • Kementerian PUPR Siapkan Tambahan RS Darurat COVID-19 di 7 Kawasan Perkotaan
  • Brantas Abipraya Rebut Penghargaan Indonesia GCG Award 2024 untuk Kategori Non-Bank

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored