Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Indonesia Jadi Lokomotif Kayu RinganInovatif di Pasar Global

by Yusniar
November 2, 2021
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
133 2
0
Indonesia Jadi Lokomotif Kayu RinganInovatif di Pasar Global

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi pada acara The 6 th Indonesian Lightwood Cooperation Forum (ILCF) secara virtual pada hari ini, Senin (1/11).

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Kementerian Perdagangan berkomitmen mendorong Indonesia menjadi pionir dunia dalam produksi kayu ringan inovatif yang berkelanjutan. Dengan upaya ini, Indonesia dapat mengubah citra di mata dunia. Dari penghasil kayu tropis menjadi penghasil kayu inovatif dan berkelanjutan.

“Indonesia memiliki kemampuan untuk merebut pasar global. Untuk itu, diperlukan keberanian melakukan inovasi, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan diterima di pasar yang lebih luas,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi pada acara The 6 th Indonesian Lightwood Cooperation Forum (ILCF) secara virtual pada hari ini, Senin (1/11).

Kegiatan dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Kayu Ringan Indonesia (Indonesian Light Wood Association/ILWA) Setya Wisnu Broto; Perwakilan Import Promotion Desk (IPD) Jerman Frank Maul; perwakilan Fairventures Worldwide Indonesia Charles Tanaka, dan perwakilan Swiss Import Promotion Organization (SIPPO).

Saat ini perkembangan bisnis dan aktivitas perdagangan global mendorong lebih kreatif dan inovatif. Karena itu, agar dapat bersaing salah satunya melalui peningkatan bisnis yang berkelanjutan. Isu berkelanjutan akan terus dikumandangkan dalam aktivitas bisnis. Namun, tekanan ekonomi dan perdagangan global akibat dampak pandemi dapat meningkatkan risiko praktik perdagangan yang tidak berkelanjutan, salah satunya untuk produk hasil kayu.

Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap perdagangan produk kayu yang berkelanjutan melalui Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). “Sistem ini menjadi sebuah identitas kayu dan produk kayu Indonesia. Untuk itu, SVLK harus diperkenalkan dan didorong demi menjaga identitas dan citra diri bangsa,” ujar Didi.

Didi memaparkan, ada lima alasan utama kayu ringan Indonesia lebih unggul dibanding dari negara pesaing. Pertama, melalui SVLK, Indonesia merupakan satu-satunya negara dengan sistem verifikasi legalitas kayu terbaik yang diterima Euro Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT).

“EU FLEGT menjadi faktor yang membuat kayu ringan Indonesia lebih atraktif bagi konsumen di negara Eropa, dan non-Eropa lainnya seperti Amerika,” tandas Didi.

Kedua, industri kayu Indonesia telah bertransformasi tidak lagi mengambil kayu dari hutan alam namun, hasil perkebunan yang tidak merusak hutan. Selain itu, kayu ringan Indonesia yang umumnya berjenis sengon dan jabon adalah sahabat alam. Kayu jenis ini merupakan salah satu tanaman legum yang mampu menyerap emisi CO2 dan menyalurkannya menjadi nitrogen dalam tanah.

Ketiga, Indonesia telah memiliki perusahaan pionir yang mampu memproduksi produk kayu ringan yang inovatif sehingga mampu mengangkat industri kayu ringan Indonesia. “Diharapkan ini menjadi lokomotif bagi perusahaan kayu lainnya yang skalanya lebih kecil,” katanya.

Pengembangan kayu ringan tersebut dibuktikan dengan akan segera ditandatanganinya kerja sama antara tiga organisasi internasional yaitu Swiss Import Promotion Program (SIPPO) dan Fairventures Worldwide serta Import Promotion Program (IPD) Jerman yang akan mengawal pengembangan kayu ringan sejak hulu, pengembangan produk sampai hilir.

Keempat, kayu ringan mendukung ekonomi kerakyatan yang memungkinkan rumah tangga di pedesaan mendapatkan penghasilan tambahan dari menanam kayu sengon atau jabon. Hasil panen tersebut dapat dijual kepada perusahaan kayu ringan.

Kelima, sengon dan jabon dapat tumbuh dengan cepat dan menghasilkan dalam kurun waktu lima tahun dan tidak ada kayu ringan di dunia yang sama seperti pohon sengon dan jabon.

Didi menambahkan, produk kayu dunia mempunyai potensi pasar sebesar US$ 210 miliar. Pada 2020, produksi kayu dunia secara keseluruhan sebesar 2,57 miliar m3 dan kontribusi kayu tropis tercatat sebesar 330 juta m3 untuk suplai. Saat ini tren konsumen dunia cenderung memilih produk kayu yang mengusung prinsip keberlanjutan.

Karena itu, Kemendag melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mendorong pengembangan sektor kayu ringan sebagai kayu rakyat sehingga tidak merusak alam. “Pengembangan tersebut akan diwujudkan dengan pendatanganan nota kesepahaman (MoU) antara tiga organisasi internasional yaitu SIPPO Swiss, Fairventures, dan IPD jerman. MoU tersebut untuk mengawal pengembangan kayu ringan secara menyeluruh,” pungkas Didi.

Previous Post

BPJS Kesehatan Tambah 66 Fasilitas Kesehatan Se-Jabodetabek

Next Post

2021 Indonesia Infrastructure Week ”Taiwan Excellence” Di Gelar Daring

Related Posts

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
Uncategorized

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z

May 2, 2026
Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review

April 16, 2026
Next Post
2021 Indonesia Infrastructure Week ”Taiwan Excellence” Di Gelar Daring

2021 Indonesia Infrastructure Week ”Taiwan Excellence” Di Gelar Daring

Recent Posts

  • Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026
  • Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
  • Aplikasi Remitasi Zendmoney Permudah Pekerja Migran
  • Ijin Operasional Investree Resmi Dicabut OJK, Pendiri Jadi DPO
  • Kementerian ESDM Pastikan Perekonomian Indonesia Tumbuh
  • Pembahasan Perubahan Nama Jalan Jadi Agenda Dinas Kebudayaan DKI Jakarta

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored