Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Kemendag: Penerapan Smart Logistic Wujudkan Perdagangan Lebih Efisien

by Yusniar
November 25, 2021
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
137 2
0
BPTN, Wasit Pengawas Kegiatan Perdagangan
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian  Perdagangan Kasan menegaskan, Kementerian Perdagangan mendukung penerapan Logistic 4.0 (smart  logistic) guna mewujudkan perdagangan dalam negeri yang efisien. Logistic 4.0 merupakan pengembangan sistem logistik nasional yang mengacu pada visi logistik Indonesia 2025, yaitu “Locally integrated, Globally connected.” Tujuannya untuk memperbaiki sistem distribusi domestik setiap simpul ekonomi di seluruh daerah agar dapat terhubung dan terintegrasi.

“Penerapan Logistic 4.0 untuk meperbaiki sistem distribusi domestik. Sebab, sebagai negara kepulauan, Indonesia memerlukan peran logistik untuk mewujudkan perdagangan dalam negeri yang efisien,” kata Kasan saat membuka Gambir Trade Talk 2021 ke-4 belum lama ini.

Hadir juga Direktur Transformasi Digital Produktivitas dan Supply Chain PwC Consulting Indonesia Pieter Van De Mheen, Dekan SIMT Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Presiden Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia I Nyoman Pujawan, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto, Founder dan CEO Ritase.com Iman Kusnadi, dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Tomy Perdana.

Kasan mengatakan, ada dua isu penting terkait isu logistik yang perlu diperhatikan. Pertama, isu logistic konvensional, seperti kelangkaan tenaga kerja, tren high-mix dan low-volume production pada sector manufaktur, dan pemenuhan kebutuhan konsumen yang semakin spesifik. Kedua, pandemi Covid-19 yang berdampak pada tatanan penawaran dan permintaan perdagangan global.

“Disrupsi pada aktivitas ekonomi tersebut semakin memunculkan Smart konsep Logistic 4.0 untuk memodernisasi cara kerja logistik yang berbasis teknologi. Logistic akan memainkan peran penting dalam merampingkan proses perdagangan antara penjual, perusahaan logsitik, dan konsumen akhir,” tutur Kasan.

Kasan memaparkan fenomena disruptif ekonomi memberikan tantangan bagi perkembangan smart  logistic di Indonesia ke  depan. Hal tersebut perlu disikapi dengan strategi kolaboratif dan kebijakan yang adaptif oleh setiap pemangku kepentingan yang berorientasi pada perbaikan kinerja logistik Indonesia.

“Kementerian Perdagangan juga terus melakukan inovasi kebijakan dan program dalam mendukung perkembangan smart logistic, seperti digitalisasi pasar rakyat dan mendorong kerjasama swasta untuk pasar ekspor,” jelas Kasan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menambahkan, digitalisasi merupakan kebutuhan di era Logistic 4.0. Penggunaan teknologi baru dan inovatif dapat digunakan untuk meningkatkan keandalan, kualitas, dan fleksibilitas pengiriman, serta tingkat pelayanan.

“Pelaksanaan digitalisasi logistik domestik memiliki lebih banyak tantangan dibandingkan logistik global, seperti ekspor dan impor. Sebab, masih banyak pelaku bisnis konvensional di tingkat lokal,” kata Rianto.

Founder dan CEO Ritase.com Iman Kusnadimenuturkan, peranan logistik digital di Indonesia dari sisi pengguna masih belum maksimal. Hal ini memerlukan edukasi lebih lanjut terkait digitalisasi logistik.

“Ritase.com berkolaborasi dengan semua institusi yang memiliki nilai tambah ke depannya terhadap logistik nasional. Kolaborasi tersebut bertujuan membentuk suatu standar dan menekan biaya logistik,” kata Iman.

Dekan SIMT Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) serta Presiden Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia I Nyoman Pujawan menyebutkan ada tiga pemangku kepentingan utama yang terkait dengan logistik, yaitu pengguna utama dari logistik, perusahaan, dan negara. Logistik dapat turut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Salah satu inovasi di sektor industri logistik adalah digitalisasi transportasi. Hal itu dapat mencakup penggunaan sensor pintar (smart sensors), pelacakan kontainer (container tracking), matching platform, dan analitik data transportasi,” jelas Nyoman.

Direktur Transformasi Digital Produktivitas dan Supply Chain PwC Consulting Indonesia Pieter Van De Mheen menyebutkan tiga rekomendasi utama dalam mengoptimalkan implementasi smart logistic di Indonesia. Pertama, meningkatkan fungsionalitas pada sistem logistik nasional untuk memungkinkan kolaborasi, pengumpulan data, dan mendorong inovasi untuk pemain yang lebih kecil yaitu pasar untuk truk.

Kedua, meningkatkan program literasi digital khususnya bagi pelaku logistik tradisional yaitu melalui kampanye publik, program edukasi publik, dan pengembangan digital center untuk daerah terpencil. Ketiga, investasi di bidang infrastruktur.

Previous Post

Fitch Ratings Pertahankan Peringkat Utang Indonesia di Level BBB

Next Post

Kekerasan Berbasis Gender Kian Meningkat Saat Pandemi, RUU TPKS Jadi Perhatian

Related Posts

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
BERITA TERKINI

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026

July 4, 2026
Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
BERITA TERKINI

Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi

July 4, 2026
Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
BERITA TERKINI

Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia

June 20, 2026
Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
Next Post
Kekerasan Berbasis Gender Kian Meningkat Saat Pandemi, RUU TPKS Jadi Perhatian

Kekerasan Berbasis Gender Kian Meningkat Saat Pandemi, RUU TPKS Jadi Perhatian

Recent Posts

  • BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
  • Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
  • Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Segudang Penghargaan Sharp, Berkat Komunikasi Mumpuni
  • Prinsip Kehati-hatian Hantar Bank Ganesha Raih Gold Award Risk Management Award 2025
  • FIFA : Indonesia Batal sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20
  • Perayaan HUT ke-16 LPDB-KUMKM Salurkan Dana Rp15 Triliun kepada 3.168 mitra

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored