Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Awal 2022, Hyundai Bakal Produksi Mobil Listrik di Indonesia

by teguh budi rahayu
October 27, 2021
in BERITA TERKINI, OTOMOTIF
135 1
0
Awal 2022, Hyundai Bakal Produksi Mobil Listrik di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Economic Review- Tren mobil listrik terus merambah industri otomotif di Indonesia. Bahkan dijadwalkan PT. Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) akan memulai proses produksi mobil listrik pertamanya pada Maret 2022 di Indonesia. Sebagai tahap awal, direncanakan Hyundai akan memproduksi 1.000 unit kendaraan listrik per tahun.

Kabar tersebut dikemukakan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka pameran Hyundai The Future Electric Vehicle Ecosystem for Indonesia” di JIExpo, Kemayoran, Selasa (26/10).

“Produksi kendaraan listrik ini tentunya menjadi showcase kapabilitas industri otomotif Indonesia yang juga bergerak ke arah industri yang ramah lingkungan.Sekaligus memberi pesan kepada dunia internasional bahwa Indonesia siap menjadi hub ekspor utama bagi kendaraan listrik di ASEAN dan wilayah sekitarnya,” ujar Menperin

Kementerian Perindustrian, sambung Agus Gumiwang, juga telah merilis dua peraturan, yaitu Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan dan Ketentuan Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle), serta Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap.

“Melalui kedua peraturan tersebut, Kemenperin memberikan petunjuk bagi para stakeholder industri otomotif tentang strategi, kebijakan dan program dalam rangka mencapai target Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor kendaraan listrik,” tutur Menperin.

Kemenperin telah menyusun skema importasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap sebagai bagian tahap pengembangan industrialisasi KBLBB di Indonesia.

Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan KBLBB, pengembangan industri diawali melalui skema Completely Knock Down (CKD) sampai dengan tahun 2024, dilanjutkan dengan Incompletely Knock Down (IKD) dan Importasi secara part by part. “Skema ini ditujukan agar diperoleh nilai tambah berupa peningkatan nilai TKDN melalui pendalaman manufaktur secara bertahap hingga 2030,” katanya.

Pendalaman manufaktur ini direncanakan untuk bisa melibatkan sebanyak-banyaknya pelaku industri komponen lokal pada proses bisnis pembuatan ekosistem industri kendaraan listrik.

Kemenperin menyebut industri kendaraan listrik di Indonesia memiliki keharusan untuk memperhatikan pengembangan Industri komponen.

Sebab, sejumlah 1.550 perusahaan industri komponen yang terbagi dalam tiga tier selama ini menjadi pemasok utama komponen kendaraan Internal Combustion Engine (ICE). Sebagian besar di antaranya (anggota tier-2 dan tier-3) merupakan industri kecil dan menengah.

“Proses transisi industrialisasi dari kendaraan konvensional dan kendaraan listrik harus dapat semaksimal mungkin melibatkan sektor IKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” jelas Agus.

Dalam peta jalan tersebut juga terdapat panduan penguasaan komponen utama kendaraan bermotor, yaitu baterai, motor listrik dan konverter.

“Dalam kerangka itu, kami juga memacu pengembangan industri baterai dari mulai proses perakitannya sampai dengan daur ulang baterai, sehingga Indonesia bisa punya industri baterai terintegrasi dan siap untuk mendukung ekosistem industri mobil berbasis listrik,” imbuhnya.

Dalam peta jalan tersebut, Kemenperin menargetkan produksi mobil listrik dan bus listrik pada tahun 2030 mencapai 600.000 unit.

Angka tersebut diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 7,5 juta Barrel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 2,7 juta Ton, selaras dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen pada tahun 2030.

Tags: Mobil ListrikTOO
Previous Post

Acer Keluarkan Produk Laptop dari Plastik Daur Ulang

Next Post

Pemprov DKI Lakukan Tilang Uji Emisi Mulai 13 November 2021

Related Posts

Ragam Mobil Listrik Pamer Teknologi di GJAW 2023
OTOMOTIF

Ragam Mobil Listrik Pamer Teknologi di GJAW 2023

March 18, 2023
Menko Marves Sampaikan Subsidi Kendaraan Listrik Berlaku 20 Maret 2023
BERITA TERKINI

Menko Marves Sampaikan Subsidi Kendaraan Listrik Berlaku 20 Maret 2023

March 6, 2023
Jokowi Berikan Alasan Kenapa Pembelian Mobil Listrik Diberikan Subsidi
BERITA TERKINI

Jokowi Berikan Alasan Kenapa Pembelian Mobil Listrik Diberikan Subsidi

December 21, 2022
Pemerintah Keluarkan Anggaran Subsidi Sebesar 80 Juta untuk Mobil Listrik
BERITA TERKINI

Pemerintah Keluarkan Anggaran Subsidi Sebesar 80 Juta untuk Mobil Listrik

December 15, 2022
Presiden Jokowi Instruksikan Percepat Kendaraan Listrik untuk Operasional Pejabat
BERITA TERKINI

Presiden Jokowi Instruksikan Percepat Kendaraan Listrik untuk Operasional Pejabat

September 16, 2022
Menteri Airlangga Sambut Investasi Pembuatan Kendaraan Listrik Toyota Indonesia
BERITA TERKINI

Menteri Airlangga Sambut Investasi Pembuatan Kendaraan Listrik Toyota Indonesia

July 27, 2022
Next Post
Pemprov DKI Lakukan Tilang Uji Emisi Mulai 13 November 2021

Pemprov DKI Lakukan Tilang Uji Emisi Mulai 13 November 2021

Recent Posts

  • The Day
  • REGISTER NOW
  • 50TH IVA CONVEX 2026
  • IVA CONVEX 2026
  • Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
  • Foto Tokoh Golkar di Jet Bus “Istimewa”, Dedikasi Henry Indraguna Kerja untuk Indonesia
  • China : Pendukung Garis Keras Kemerdekaan Taiwan, Hukuman Mati
  • PJ Gubernur DKI : Cuaca Ekstrem, Sebaiknya Perkantoran Terapkan WFH
  • Menjelang Libur Panjang, KAI Perpanjang Rangkaian & Tambah Perjalanan

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored