EconomicReview- Jakarta, 30 Mei 2025 – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri memperkuat komitmennya dalam mendukung ekspor nasional melalui kerja sama strategis dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank.
Kolaborasi ini mencakup tiga hal Perjanjian Kerja Sama (PKS), yaitu penyaluran kredit jangka pendek dengan limit Rp1 triliun dan fasilitas treasury line dengan credit equivalent limit sebesar US$3,6 juta, penjaminan kredit bagi pelaku usaha berorientasi ekspor, dan pengembangan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
Kerja sama ini bertujuan mendorong pembiayaan ekspor nasional lebih terstruktur dan selaras dengan komitmen keberlanjutan Bank Mandiri. Penandatanganan PKS disaksikan oleh Senior EVP Bank Mandiri Dadang Ramadhan, Plt Direktur Pelaksana Keuangan, Operasional, dan TI LPEI Anwar Harsono, serta Plt Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U Norhad.
Senior EVP Bank Mandiri Dadang Ramadhan menjelaskan kolaborasi strategis ini menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam memperluas peran sebagai mitra keuangan bagi para pelaku ekspor.
“Lewat sinergi ini, Bank Mandiri menyediakan akses pendanaan yang lebih fleksibel untuk mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan kontribusi ekspor Indonesia,” ungkap Dadang, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Mei 2025.
Plt Direktur Pelaksana Keuangan, Operasional, dan Teknologi Informasi LPEI Anwar Harsono mengatakan, fasilitas Kredit Jangka Pendek dan Treasury Line dioptimalkan untuk mengakselerasi pembiayaan ekspor bernilai tambah tinggi.
“Fasilitas Bank Mandiri diharapkan dapat mendukung pelaksanaan peran LPEI dalam memfasilitasi pelaku ekspor nasional secara lebih optimal,” kata Anwar.
Anwar menjelaskan perjanjian ini juga memungkinkan LPEI memberikan penjaminan atas fasilitas pembiayaan yang disalurkan Bank Mandiri, baik dalam bentuk pembiayaan modal kerja maupun pembiayaan Investasi, kepada nasabah Bank Mandiri yang memiliki orientasi ekspor.
“Penjaminan kredit oleh LPEI memberikan keuntungan struktural bagi Bank Mandiri dalam pengelolaan risiko pembiayaan. Hal ini karena pembiayaan yang dijamin oleh LPEI akan memiliki bobot Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar nol persen,” tuturnya.





