EconomicReview – Predikat sebagai The Best Indonesia Human Capital Leader 2023 sangat layak disematkan kepada Aloysius Budi Santoso, Chief Corporate Human Capital Developmen PT Astra International Tbk. Pasalnya, berkat tangan dinginnya, sistem organisasi Human Capital di Astra secara struktur tidak ada perubahan yang fundamental. Semua berjalan smooth dan relevan dengan perubahan zaman, termasuk era digitalisasi.
Sampai saat ini struktur human capital di Astra tidak berubah, semua target dan kinerja bisa dicapai dengan baik, dan pengakuan dari pihak luar pun terjadi. It’s nothing wrong with our structure. Salah satu pengakuan tersebut Ketika Astra menerima penghargaan Best Companies to Work For in Asia 2021 dari HR Asia, empat kali berturut-turut.

Karena itu, tak berlebihan jika Astra International dinilai sebagai salah satu perusahaan yang telah menyiapkan diri sejak dini terutama saat menghadapi perubahan dalam mengelola manajemen human resources. Tak hanya itu, perusahaan yang per Maret 2021 memiliki 188 ribu karyawan —89% di antaranya milenial— ini sudah mengadopsi perubahan dan penyesuaian di bidang praktik SDM (seperti remote working) jauh sebelum aneka perubahan itu dipercepat kehadirannya di masa pandemi.
Salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola HR memang terletak di karyawan. Dan di Grup Astra, seluruh karyawan diikat dengan nilai-nilai Catur Dharma. Para pengelola HR di Astra pun menggunakan panduan ini, seperti seluruh karyawan di anak-anak usaha. Sehingga dari sisi value, nilai-nilai Catur Dharma masih dirasakan relevan hingga saat ini. Tinggal menyesuaikan dengan konteksnya. Misalnya, dalam nilai “Memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan”, seluruh karyawan Astra harus berpikir apa nilai tambah baru yang bisa diberikan kepada pelanggan.
Di sisi lain, agar kapasitas dan kapabilitas karyawan bisa menopang laju serta keberlanjutan bisnis, Aloysius dan timnya mengembangkan tiga hal utama untuk tim HR. Pertama, kapabilitas atau kemampuan di fungsi masing-masing. Misalnya, berbicara tentang employee engagement, kini berkembang menjadi employee experience. Tim HR harus memahami evolusi konsep ini.
Kedua, digital savvy, karena everything now is about digital. Di sini kapabilitas yang ditingkatkan menyangkut aspek mengoperasikan peranti digital, memakai sistem, melakukan analisis, dan menggunakan big data.
Ketiga, pemahaman bisnis. Ini penting untuk memahami bisnis, hal yang penting diperhatikan dan lainnya. Jika orang human capital tidak memahami bisnis, nanti tidak nyambung dengan operation leader atau business leader.
Boleh dibilang, Astra International ini selangkah lebih maju dibanding competitor atau pun perusahaan lainnya. Salah satunya dengan adanya tingkat kesiapan dalam manajemen SDM-nya. Keluwesan ini sepertinya memang berakar pada budaya kaizen (continuous improvement) yang menghendaki penyempurnaan secara berkelanjutan, yang dilakukan tanpa perlu menunggu perubahan benar-benar datang.








