EconomicReview – BPJS Ketenagakerjaan berjaya di ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) 2023 yang diinisiasi Economic Review. Dua penghargaan bergensi di bidang Human Capital (HC) sukses diboyong pulang. Pertama, BPJS menyabet Platinum Award untuk The Best In Inovation & HR Services 2023. Satu lagi, penghargaan yang menobatkan M Aditya Warman, anggota Dewan Pengawas sebagai The Best Indonesia Human Capital Leader 2023.
Posisi Aditya Warman sebagai anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan merupakan yang kedua kalinya untuk periode 2021-2026 setelah sebelumnya menempati posisi yang sama untuk periode 2016-2021.

Sebagai Dewan Pengawas, ada hal positif yang menjadi catatan penting bagi Aditya. Bahwa BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya korporasi yang berorientasi profit. Lembaga ini merupakan simbol keadilan sosial dan representasi negara bagi rakyat pekerja. Karena itu, dibutuhkan perspektif yang lebih kuat terhadap prinsip dan filosofi BPJS Ketenagakerjaan itu sendiri.
Kehadiran pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, tidak bisa disamakan dengan pola atau model seperti korporasi. Atau, hanya berorientasi pada untuk rugi. Karena, secara filosofis, BPJS Ketenagakerjaan itu hadir untuk menemani, melayani dan mengantarkan kepada para pekerja pada masa-masa pensiunnya nanti.
Sedangkan dari sisi Perusahaan, seluruh pencapaian yang berujung diganjar dengan penghargaan bergengsi di bidang Human Resources ini tidak lepas dari beragam inisiatif strategis yang telah diciptakan oleh manajemen, khususnya saat menghadapi pandemi covid-19.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan berhasil menumbuhkan resilience culture di setiap lini dengan melakukan berbagai inovasi, serta memperkuat digital services dan digital marketing diantaranya melalui pelaksanaan Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK). Tujuannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta meski tanpa tatap muka secara langsung.
Strategi lainnya yang pernah diterapkan di BPJS Ketenagakerjaan adalah melakukan empowering people dengan melakukan pembelajaran jarak jauh bagi karyawan yang ingin meningkatkan kompetensinya. Hal ini sangat penting dalam mendukung percepatan digitalisasi layanan yang terus dilakukan oleh Perusahaan.
Selain itu, Perusahaan juga fokus terhadap kesehatan mental karyawan melalui employee assistance program. Program ini berupa pendampingan bagi karyawan yang ingin mengembangkan potensi dalam dirinya di tengah kondisi pandemi.








