EconomicReview – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerjunkan tim teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk melaksanakan reditribusi curah hujan yang berpotensi banjir sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Jon Arifian selaku Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) menjelaskan jika terget utama operasi TMC di Jabodetabek adalah untuk mengurangi potensi hujan pada siang hari di Jabodetabek sekitarnya agar tingkat kejenuhan tanah berada pada level aman untuk menampung air hujan.
Posko TMC dipusatkan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma. Kegiatan operasi TMC 1 didukung dua unit pesawat Casa 212 dan CN 295 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar sebagai antisipasi pengulangan siklus hujan ekstrem berikutnya.
Satu sorti penerbangan penyemaian awan dengan menggunakan pesawat CASA-212 (A-2015) membawa bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl dari landasan pacu Halim Perdanakusuma dengan target area semai di daerah upwind Jabodetabek sekitar Cilegon dan pesisir timur Lampung.
Lebih lanjut, pertumbuhan awan terganggu oleh adanya divergengsi angin memasuki pulau Jawa bagian barat. Kecepatan angin atas relatif kencang serta kelembaban lapisan atas rendah.
Dwipa M. Soehoed selaku Koordinator lapangan ikut menjelaskan bahwa awan pada sorti penyemaian terpantau awan potensial di wilayah pesisir barat Kabupaten Serang dan pesisir timur Provinsi Lampung dengan ketinggian puncak awan sekitar 9.500 – 10.500 kaki.








