Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Cemindo Gemilang Bukukan Pendapatan lebih dari Rp 9 Triliun di Tahun 2022

by Yusniar
June 23, 2023
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
138 2
0
Cemindo Gemilang Bukukan Pendapatan lebih dari Rp 9 Triliun di Tahun 2022
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – PT Cemindo Gemilang Tbk mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun 2022. Produsen semen Merah Putih ini sukses membukukan pendapatan di tahun 2022 sebesar Rp 9,7 triliun. Pendapatan tersebut bertumbuh sebesar 17,02 persen dibandingkan tahun 2021 (year of year/yoy) yang mencapai Rp 8,3 triliun.

Pertumbuhan pendapatan Perseroan tersebut berasal dari dua market utama Cemindo yakni Indonesia dan Vietnam. Selain itu juga dikontribusi dari kerja sama yang baik dengan distributor hingga pengambilan keputusan yang efektif demi menjangkau pasar yang lebih luas lagi di dalam negeri. Hingga akhir tahun 2022, Perseroan berhasil meningkatkan jumlah distributor sebanyak 42 distributor, meningkat 14% dari tahun sebelumnya.

Wakil Presiden Direktur Cemindo Gemilang Vince Indigo menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Perseroan yang mencatatkan kinerja yang baik pada tahun 2022.

“Kami bersyukur bahwa pendapatan Perseroan dari kedua pasar utama tersebut tumbuh sekitar 17,02 persen di bandingkan tahun 2021. Ini berkat kerja keras semua pihak dan mitra Perseroan,” ujarnya saat memaparkan kinerja Perseroan Tahun 2022 di acara Public Expose, Kamis (22/06/23).

“Saat ini Cemindo Gemilang telah menjadi produsen semen regional dengan pertumbuhan yang pesat dan berkelanjutan. Dalam 12 tahun terakhir, Cemindo telah tumbuh secara substansial menjadi pemain regional di industri semen yang terkemuka di Indonesia.”

Vince menjelaskan, kontribusi lainnya terhadap pertumbuhan pendapatan di tahun 2022 juga berasal dari produksi dan volume penjualan semen dan klinker. Saat ini, Perseroan telah memproduksi semen sebanyak 7,6 juta ton atau tumbuh sebesar 3,9%.

Ada 14 varian produk semen yang telah dihasilkan. Untuk semen kantong (bag), ada merek Semen Merah Putih dan Semen Merah Putih “Water Shield”. Kemudian ada 12 jenis semen curah (bulk) dimana ada 4 produk ramah lingkungan (green product) di antaranya. Sedangkan sisanya merupakan 2 produk derivative.

Untuk produk Semen Merah Putih “Water Shield” yang diluncurkan pada tahun 2023 ini, telah menjadi produk premium yang merambah pasar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. “Khusus Kalimantan, kita mensupport pembangunan Ibu Kota Negara Baru Nusantara atau IKN,” ujarnya.

Secara keseluruhan, total penjualan domestik semen dan klinker di tahun 2022 naik 7,1% menjadi 4,9 juta ton dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 4,57 juta ton. Sedangkan total penjualan dari dua market utama (Indonesia dan Vietnam) di tahun 2022 mencapai 12,4 juta ton atau naik 1% dibandingkan tahun 2021. Untuk pertumbuhan penjualan ekspor mengalami peningkatan sebesar 4% dari tahun sebelumnya, dari 3,86 juta ton menjadi 4,025 juta ton.

“Pertumbuhan penjualan tersebut didukung antara lain pengembangan produk-produk inovatif seperti water repellent cement, pengembangan jalur distribusi, penambahan distributor semen dimana di beberapa daerah jumlahnya meningkat,” ujarnya.

Dengan kinerja yang bagus ini, Cemindo berhasil menempati peringkat 4 besar dari 8 perusahaan semen terbesar di Tanah Air berdasarkan market share. Tercatat market share Cemindo di tahun 2022 sebesar 6,92% atau naik 0,7% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 6,19%. Sedangkan untuk posisi 3 besar yakni Semen Indonesia Group+SBI (ex Holcim), Indocement dan Conch total market share tahun 2022 sebesar 84,22%. Dan untuk market share 4 industri semen lainnya sebesar 8,86%.

Kinerja yang gemilang ini menunjukkan bahwa perusahaan semen dengan kode CMNT ini mampu bertahan dan bertumbuh sepanjang tahun 2022 di tengah permintaan semen di Indonesia yang sedang menurun sebesar 2,9%, dari 65,2 juta ton menjadi 63,3 juta ton. Tak hanya Indonesia, pasar utama Cemindo lainnya, yakni Vietnam juga mengalami stagnan.

Penurunan permintaan semen secara nasional tersebut disebabkan dampak dari perlambatan realisasi sejumlah proyek konstruksi karena pandemi Covid-19. Sementara kenaikan harga jual rata-rata disebabkan oleh melonjaknya harga energi seperti BBM dan batubara.

Terkait kegiatan operasional pada tahun 2022, terjadi kenaikan biaya energi dan pengangkutan yang tinggi. Hal ini mengakibatkan biaya penjualan dan distribusi meningkat tajam pada 2022 dibanding sebelumnya. Namun hal tersebut bisa teratasi atas keputusan tepat manajemen, yakni dengan mengamankan bahan baku dengan harga yang kompetitif, inovasi produk dan ditambah dengan sedikit kenaikan harga Semen.

Sedangkan margin laba kotor mengalami peningkatan dari 25,65 persen menjadi 26,05 persen. “Ini termasuk EBITDA sebesar Rp 1.827 miliar pada 2022 berada pada level yang sama dengan tahun 2021,” jelas Vince.

Perseroan juga terus memantau pergerakan utang dan mengoptimalkan biaya keuangan. Hasilnya, Perseroan dapat mengurangi beban bunganya dari Rp 681 miliar menjadi Rp 628 miliar pada 2022. Sedangkan untuk laba komprehensif mengalami kerugian lebih dari Rp 550 miliar untuk tahun 2022 akibat rupiah yang terdepresiasi. Pasalnya, utang dalam kurs dollar.

“Ini karena Cemindo memiliki pendapatan ekspor yang besar yang secara alami melakukan lindung nilai terhadap pinjaman ini di mana USD memiliki suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman IDR. Kerugian ini belum direalisasi dan sepenuhnya bersifat non-tunai,” tandasnya.

Sementara itu, pengamat pasar modal Hans Kwee membenarkan bahwa di tahun 2022, industri semen nasional mengalami perlambatan permintaan semen. Hal yang sama terjadi juga di pasar semen Vietnam.

Tak hanya itu, tekanan juga datang dari kenaikan biaya energi karena ada kenaikan biaya pungutan. Akibatnya, pembangunan di sejumlah proyek infrastruktur termasuk properti mengalami perlambatan.

“Kondisi sepanjang tahun 2022 memang sangat menantang bagi sejumlah industri termasuk industri semen. Namun, Cemindo mampu menghadapi tantangan tersebut dengan cukup baik,” ujarnya.

Hans melihat bahwa di tahun 2023 ini terlihat geliat yang lebih kuat di industri properti sehingga diperkirakan akan ada kenaikan permintaan semen secara nasional. “Ini jelas berpengaruh pada penjualan CMNT yang diperkirakan terus tumbuh seiring dengan pulihnya sektor properti dan masih terus berjalannya proyek infrastruktur nasional,” tandasnya.

Previous Post

BPP HIPMI FasilitasiLiterasi Pasar Modal dan IPO melalui BANOM

Next Post

Bank DKI Torehkan Prestasi, Boyong Tujuh Penghargaan

Related Posts

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
BERITA TERKINI

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026

July 4, 2026
Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
BERITA TERKINI

Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi

July 4, 2026
Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
BERITA TERKINI

Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia

June 20, 2026
Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
Next Post
Bank DKI Torehkan Prestasi, Boyong Tujuh Penghargaan

Bank DKI Torehkan Prestasi, Boyong Tujuh Penghargaan

Recent Posts

  • BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
  • Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
  • Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Layanan Data Telkomsel Melonjak di Momen NARU 2020/2021
  • Susun TJSL secara komprehensif, SMF Raih Platinum Award Indonesia CSR–SDG–ESG Award 2025
  • Presiden RI Meresmikan Akses Jalanan Bajo-Golo Mori di NTT
  • PUPR Terus Selesaikan Pembangunan Jaringan Irigasi Baliase

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored