Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Ekonomi Indonesia Cukup Mengkhawatirkan

by Yusniar
May 17, 2021
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
132 5
0
Ekonomi Indonesia Cukup Mengkhawatirkan
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Sesuai dengan perkiraan Ekonom DBS, PDB tahunan Indonesia mengalami kontraksi -0,7% vs (-2,2%) pada kuartal keempat 2020. Namun, di luar keunikan efek dasar aritmatika, kontraksi itu cukup besar (-0,96%) jika dibanding kuartal sebelumnya vs (-0,4%) pada kuartal keempat 2020. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 pada awal 2021 mengharuskan perpanjangan pembatasan setempat sehingga memperlambat laju perekonomian.

Rincian tersebut menunjukkan bahwa ekspor dan peningkatan pasokan (inventory) membantu pencapaian PDB di kuartal pertama 2021, sementara segmen lain menyusut lebih kecil. Konsumsi turun 1,8% dibanding kuartal pertama 2020, setidaknya lebih baik jika dibandingkan dengan minus 2,6% (rata-rata) pada dua kuartal sebelumnya.

Konsumsi rumah tangga dan swasta juga turun lebih besar di angka (-2,2%). Hal ini diperlihatkan dengan melemahnya kepercayaan konsumen, penjualan eceran, dan kelambatan pembukaan kembali bidang pariwisata. Belanja pemerintah naik 3% vs 1,8% pada kuartal keempat 2020. Hal ini menunjukkan bahwa percepatan pencairan dana pemulihan ekonomi akan menopang pertumbuhan.

Pertumbuhan pembentukan modal menyusut (-0,2%), pulih secara berarti dari rata-rata (-6,3%) dalam dua kuartal sebelumnya. Hal ini didorong oleh pertumbuhan dalam penyetokan ulang barang, investasi peralatan mesin, kendaraan, dan gedung serta konstruksi. Ekspor bersih menyumbang 0,4 poin persentase pada pertumbuhan, lebih rendah daripada empat kuartal terakhir karena pertumbuhan impor juga melambat.

Dukungan fiskal, sektor eksternal, dan kemajuan vaksin – pilar utama pendukung

Selain efek dasar, dukungan kebijakan fiskal, neraca perdagangan yang menguntungkan, dan program vaksinasi – akan menjadi unsur penting untuk mempercepat pertumbuhan pada tahun ini. Belanja fiskal tahunan naik 13,8% pada kuartal pertama 2021, melebihi pendapatan yang disebabkan alokasi lebih tinggi untuk bantuan sosial, subsidi, material, dan belanja modal.

Pada akhir Maret, sekitar 11% dari paket pemulihan ekonomi nasional senilai Rp700 triliun telah dicairkan. Defisit fiskal pada kuartal pertama melebar secara nominal, jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun lalu dan rata-rata empat tahun sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa sampai saat ini percepatan pencairan dana pemulihan menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan.

Jika kecepatan tersebut bertahan, pengeluaran dan konsumsi pemerintah lebih tinggi akan membantu pertumbuhan yang masih dihantui belum pulihnya permintaan dari sisi swasta maupun rumah tangga.

Kedua, ekspor tahunan Indonesia naik 17% pada kuartal pertama 2021, didukung oleh pengiriman nonmigas yang dipimpin oleh pertambangan (tembaga, nikel), dan barang manufaktur (logam dasar, karet, minyak sawit, bahan kimia, dan lain-lain).

Bahkan, saat impor meningkat jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2020, ekspor mengalami peningkatan lebih tajam, menyebabkan surplus perdagangan hampir dua kali lipat pada awal tahun. Kinerja perdagangan baik yang diuntungkan oleh perbaikan ekonomi global, terutama Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), serta kenaikan harga komoditas utama akan menjadi pertanda baik bagi ekspor bersih sebagai penunjang pertumbuhan serta dinamika transaksi berjalan.

Peluang pertumbuhan

Perkiraan resmi berubah dalam beberapa minggu terakhir dimana Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan 2021 sebesar 4,1% – 5,1% dan Kementerian Keuangan sebesar 4,5% – 5,3% (DBSf: 4%). Efek dasar akan menonjol pada kuartal kedua dan ketiga, dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mematok pertumbuhan PDB kuartal kedua di angka 6,9% – 7,8%. Selain vaksinasi sebagai katalis utama, perdagangan dan dukungan fiskal, manajemen pandemi akan tetap berperan penting dalam memuluskan jalan untuk kebangkitan ekonomi.

Stabilisasi nilai Dolar Australia dan dolar AS memberikan kelegaan pada pasar dalam negeri. Imbal hasil obligasi Rupiah menguat dari tingkat tertinggi pada Maret, sementara nilai Rupiah mengurangi kerugian, dengan depresiasi (-2,7%) sejak awal tahun. Unsur penyeimbang, seperti kepemilikan asing lebih kecil di obligasi pemerintah, defisit transaksi berjalan yang dapat dikelola, operasi mata uang asing reguler oleh pihak berwenang untuk menahan gejolak, dan dorongan investasi lebih luas untuk menarik arus dana masuk, kemungkinan mendukung Rupiah pada tahun ini.

Previous Post

Bubur Bakar Aneka Toping, Panganan Hits Tegal

Next Post

Gojek dan Tokopedia Bersinergi Dirikan GoTo

Related Posts

EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas
Uncategorized

EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas

September 28, 2026
Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas
FINANSIAL

Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas

September 17, 2026
Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
BERITA TERKINI

Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company

August 21, 2026
Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
BERITA TERKINI

Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company

August 21, 2026
Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
BERITA TERKINI

Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik

August 21, 2026
Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award
BERITA TERKINI

Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award

August 21, 2026
Next Post
Gojek dan Tokopedia Bersinergi Dirikan GoTo

Gojek dan Tokopedia Bersinergi Dirikan GoTo

Recent Posts

  • EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas
  • Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas
  • Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
  • Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
  • Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
  • Sah! MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS
  • Ketat Jaga Risk Manajemen, Maybank Finance Kembali Raih Penghargaan Indonesia Enterprise Risk Management Award 2025
  • Terapkan GCG, BPR Sukabumi Jadi Mitra Usaha Andalan Masyarakat
  • KKP Bersama Kemenkop UKM Kembangkan Konsep Smart Fisheries Village

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored