Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

G20 Tetapkan Subsidi BBM Dihapus, Beralih Bantu Nelayan dan Petani

by Corry
November 22, 2022
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
139 2
0
G20 Tetapkan Subsidi BBM Dihapus, Beralih Bantu Nelayan dan Petani
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview-Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyampaikan sejumlah catatan ihwal rencana pemerintah menghapus subsidi BBM atau bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut bertujuan mendorong percepatan transisi energi.

“Sebenarnya ide penghapusan subsidi BBM sudah lama. Tapi problemnya adalah pemerintah, misalnya dalam konteks penghematan subsidi tahun ini, tidak  melakukan realokasi seperti untuk mendorong percepatan energi baru terbarukan atau mendorong alternatif transpoertasi publik secara signifikan,” ujar Bhima ketika dihubungi Tempo.

Menurut Bhima, pemerintah kudu memastikan ada anggaran khusus jika kebijakan penghapusan subsidi BBM dilaksanakan. Misalnya, pemerintah mesti menyediakan speedboat atau kapal listrik bagi nelayan. 

Pemerintah juga perlu menyiapkan traktor baterai untuk petani. Sehingga, penghematan dri penghapusan subsidi tersebut tidak lari ke proyek yang tidak berkaitan dengan transisi ke energi bersih.

“Apakah pemerintah bisa memberi alternatif dengan biaya lebih terjangkau?” ucap Bhima.

Bhima melanjutkan, jika harga BBM naik lantaran subsidi dicabut, para pekerja seperti petani dan nelayan akan terkena imbas. Padahal, kelompok masyarakat tersebut membutuhkan alternatif untuk tetap menjalankan pekerjaannya.

Di sisi lain, dia melihat perlu ada konsistensi pemerintah mengurangi ketergantungan minyak. Misalnya, dibarengi dengan pengenaan pajak karbon. Pajak tersebut, kata dia, bisa menjadi stimulus untuk mengurangi beban masyarakat dalam beralih ke energi bersih. Selain itu, subsidi transportasi publik mesti diperbesar.

“Saya kira ini perlu kehati-hatian dalam transisi energi sampai pemerintah punya arah jela soal alternative. Dan jangan juga berdampak ke bansos. Jangan sampai bansos terlalu kecil sehingga mengakibatkan jumlah orang biskin bertambah,” kata dia.

Adapun rencana penghapusan subsisi BBM untuk percepatan transisi energi disepakati dalam Forum KTT G20 di Bali beberapa waktu lalu. Kesepakatan negara G20 untuk menghapus subsidi BBM tertuang dalam poin 12 dalam deklarasi pemimpin negara G20.

Dalam poin tersebut, teraktub negara-negara G20 berkomitmen untuk mencapai target SDG 7. Selain itu, kebijakan ini bertujuan menutup kesenjangan akses energi dan diharapkan bisa menghapus kemiskinan energi.

Dalam kesepakatan ini, pemimpin-pemimpin negara G20 juga menyampaikan komitmennya untuk mencari solusi mencapai stabilisasi pasar energi, transparansi, dan keterjangkauan. Pertamina sudah buka suara mengenai hal tersebut. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan peran perseroan adalah sebagai operator yang ditugaskan menyalurkan BBM bersusidi.

Sementara itu, kebijakan mengenai penetapan subsidi BBM merupakan ranah pemerintah sebagai regulator. “Sebagai operator, kami akan mengikuti seluruh regulasi BBM subsidi yang sudah ditetapkan ditetapkan regulator,” ujar Irto ketika dihubungi, Senin, 21 November 2022.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Ivanova Georgieva-Kinova usai KTT G20 pada Rabu, 16 November 2022, menyatakan mendorong Indonesia menghapus subsidi BBM. Hasil wawancara itu dipublikasikan sehari setelahnya. 

Kristalina memperkirakan bahwa pada tahun depan, harga energi masih akan tertahan cukup tinggi. Bahkan, terdapat risiko krisis energi yang perlu diwaspadai, jika perang Rusia dan Ukraina tak kunjung berhenti.

Dia menilai Indonesia harus turut mewaspadai tingginya harga energi karena dapat berpengaruh terhadap perekonomian negara. Salah satunya berkaitan dengan subsidi, karena di Indonesia terdapat subsidi dan kompensasi bagi bahan bakar minyak (BBM), liquid petroleum gas (LPG), dan listrik.

“Pesan penting bagi pemerintah adalah untuk mengidentifikasi siapa pihak paling rentan di masyarakat, berikan dukungan kepada mereka, bukan kepada semua orang,” ujar Kristalina dalam wawancara tersebut, dikutip pada Jumat, 18 November 2022.

Orang kaya, menurut dia, seharusnya tidak menikmati subsidi karena merupakan pengecualian dalam kebijakan fiskal itu. Sedangkan di Indonesia, subsidi BBM dan LPG disalurkan secara terbuka sehingga orang kaya tetap bisa membeli barang bersubsidi.

Tags: BBM BersubsidiG20Nelayan TradisionalPetani
Previous Post

Presiden Kunjungi Langsung Tenda Pengungsi Korban Gempa di Cianjur

Next Post

Mendag Lepas Ekspor Ikan Sarden Ke Australia Kontrak Penjual USD 2,7 Juta

Related Posts

Aplikasi MyPertamina Meningkat, Pertamina Terus Perluas QR Code Subsidi Tepat Sasaran
BERITA TERKINI

Aplikasi MyPertamina Meningkat, Pertamina Terus Perluas QR Code Subsidi Tepat Sasaran

March 9, 2023
Update Terbaru Harga BBM 1 Maret 2023, Petramax Naik
BERITA TERKINI

Update Terbaru Harga BBM 1 Maret 2023, Petramax Naik

March 1, 2023
Bahlil di WEF Tawarkan Cargill Kerjasama Dengan Petani Indonesia
BERITA TERKINI

Bahlil di WEF Tawarkan Cargill Kerjasama Dengan Petani Indonesia

January 19, 2023
Direkur Pertamina Tetapkan Harga Pertamina Turun Rp12.800/Liter
BERITA TERKINI

Direkur Pertamina Tetapkan Harga Pertamina Turun Rp12.800/Liter

January 3, 2023
AVPN Ditunjuk Sebagai Official Impact Partner G20 di Indonesia
BERITA TERKINI

AVPN Ditunjuk Sebagai Official Impact Partner G20 di Indonesia

November 16, 2022
Pemerintah Berikan Kemudahan Nelayan Dapatkan BBM Subsidi
BERITA TERKINI

Pemerintah Berikan Kemudahan Nelayan Dapatkan BBM Subsidi

September 12, 2022
Next Post
Mendag Lepas Ekspor Ikan Sarden Ke Australia Kontrak Penjual USD 2,7 Juta

Mendag Lepas Ekspor Ikan Sarden Ke Australia Kontrak Penjual USD 2,7 Juta

Recent Posts

  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026
  • Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
  • Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review
  • Sinergi Konsumen dan Pelaku Usaha Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
  • Perluas Pasar, BEI Luncurkan Foreign Index Futures (Kontrak Berjangka Indeks Asing)
  • Kontribusi Signifikan IKM bagi Perekonomian Nasional
  • WIKA Gedung Terbaik Di IGCGA-VI 2021, Piawai Dalam Praktik GCG

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored