Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Galon Sekali Pakai Bernilai Tinggi di Industri Daur Ulang. Cek Faktanya!

by Corry
August 25, 2020
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS, TEKNOLOGI
146 5
0
Galon Sekali Pakai Bernilai Tinggi di Industri Daur Ulang. Cek Faktanya!
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview– Kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk-produk konsumsi yang ramah lingkungan meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya faktor keamanan, kebersihan, dan dampak bagi kesehatan yang merupakan prioritas utama dalam pemilihan produk pangan, masyarakat kini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap daur ulang kemasan produk.

Salah satu jenis kemasan produk yang paling banyak digunakan adalah plastik. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah sejauh mana kemasan jenis ini aman digunakan dan apa benar bisa didaur ulang?

Ahli Teknologi Polimer dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Mochamad Chalid, mengatakan, produk plastik adalah bahan yang diformulasikan dari polimer sebagai bahan baku utama dan aditif-aditif sebagai bahan baku pembantu.

Plastik memerlukan waktu degradasi bertahun-tahun, karena itu produk plastik harus didesain sebagai bahan yang dapat didaur ulang. Proses daur ulang sendiri merupakan salah satu solusi pemanfaatan sampah plastik agar tidak membebani lingkungan.

Penggunaan kemasan plastik yang aman untuk kemasan pangan dapat diketahui dengan melihat kode daur ulang berupa segitiga panah dengan kode angka di dalamnya. Kode tersebut biasanya tertera di bagian bawah kemasan plastik.

Diantarannya, Kode 1 untuk PET atau PETE (polyethylene terephthalate), kode 2 untuk HDPE atau PE-HD (high-density polyethylene), kode 3 untuk PVC atau V (polyvinyl chloride), kode 4 untuk LDPE atau PE-LD (low-density polyethylene), kode 5 untuk PP (polypropylene), kode 6 untuk PS (polystyrene), dan kode 7 untuk OTHER (ada empat jenis plastik yang termasuk dalam kategori ini, yaitu styrene acrylonitrile (SAN), acrylonitrile butadiene styrene (ABS), polycarbonate (PC), dan nylon).

Menurut Chalid, berpedoman pada Resin Identification Code (RIC) yang diterbitkan oleh The Society of Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988 di Amerika Serikat, jenis plastik yang paling mudah didaur ulang adalah Polyethylene Terephthalate (PET), dengan kode angka 1.

“PET banyak digunakan sebagai bahan baku produk plastik, seperti kemasan botol dan galon air minum. Hal ini dikarenakan PET memiliki beberapa sifat yang unggul, diantaranya berwarna jernih, ringan, mudah dibentuk, tidak mudah pecah, dan mudah di daur ulang,” katanya.

Kestabilan sifat PET, selain membuatnya mudah didaur-ulang, menyebabkan limbah PET dapat dikonversi menjadi beragam produk turunan dan bernilai ekonomi. Hal ini berdampak pada harga limbah produk berbasis PET yang relatif tinggi, sehingga wajar bila limbah plastik ini banyak disukai para pelaku daur ulang, baik dari pemulung maupun industri daur ulang.

“Daur ulang limbah plastik merupakan solusi efektif dan berdaya guna terhadap masalah tumpukan limbah plastik yang menjadi masalah lingkungan di Indonesia. Solusi ini juga memberikan banyak dampak positif bagi sektor lain, seperti penyerapan tenaga kerja dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat, yang berbasis pada prinsip ekonomi sirkular,” kata Chalid.

Galon Plastik PET, Bernilai Ekonomi Tinggi

Kegiatan daur ulang limbah plastik sebagai salah satu penggerak kegiatan ekonomi berbasis sirkular juga dibenarkan oleh Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Christine Halim.

Menurut Christine, dengan bahan yang mudah didaur ulang akan mampu menjaga perputaran kemasan plastik. Selain itu, di banyak negara maju, siklus ekonomi daur ulang limbah plastik sudah dianggap sebagai salah satu solusi pengelolaan limbah yang cukup efektif.

Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Christine Halim.

“Galon plastik PET mudah sekali didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penggunaan bahan ini sejalan dengan visi KLHK mengenai peta penanganan sampah melalui pendaurulangan dan pemanfaatan kembali dengan prinsip sirkulasi ekonomi,” katanya.

Model ekonomi sirkulasi, menurutnya, bertujuan untuk memperpanjang masa pakai sampah menjadi sesuatu yang berdaya guna untuk dimanfaatkan kembali. Juga sebagai alternatif bahan baku atau didaur ulang menjadi produk baru, sehingga dapat menghemat biaya produksi atau menjadi produk baru yang laku jual.

Christine menyebutkan, dari total plastik daur ulang oleh anggotanya, sebanyak 70% diekspor. “Selain harga lebih kompetitif, apresiasi pasar di luar negeri juga lebih besar ketimbang market domestik. Barang-barang produk daur ulang kami diekspor ke Eropa dengan harga yang lebih mahal 50%. Kalau domestik hanya US$ 800 diekspor bisa US$ 1200 per metrik ton,” jelasnya.

Jadi secara tidak langsung, keberadaan galon sekali pakai ikut memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi khususnya yang berkaitan dengan industri daur ulang.

Tags: Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI)
Previous Post

KPPPA Apresiasi Perlindungan Anak & Perempuan di Sulawesi Selatan

Next Post

PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Sukses Digelar

Related Posts

No Content Available
Next Post
PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Sukses Digelar

PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Sukses Digelar

Recent Posts

  • The Day
  • REGISTER NOW
  • 50TH IVA CONVEX 2026
  • IVA CONVEX 2026
  • Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
  • Waspada, EDCCash Penipuan Investasi Berkedok Aset Kripto dengan Skema Piramida
  • KAI Umumkan Perubahan Nomor WhatsApp Contact Center KAI121 Mulai 1 September 2025
  • Menteri PPPA Ajak Para Perempuan Populerkan Kebaya
  • Hari Disabilitas Internasional, Karya Tanpa Batas 2022 Kembali Digelar

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored