Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Indonesia Jadi Pasar Keuangan Syariah Terbesar di Dunia

by
February 27, 2020
in BERITA TERKINI, FINANSIAL
134 2
0
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview– Indonesia diprediksi akan menjadi pasar keuangan syariah terbesar di dunia. Ini mengingat pertumbuhan sektor industri keuangan syariah di tanah air terus mengalami perkembangan.

Rektor Univeritas Trilogi Jakarta Prof. Mudrajat Kuncoro memprediksi sektor keuangan syariah, khususnya perbankan syariah bisa tumbuh 15 persen pada tahun ini. Sejumlah faktor ikut mendorong pertumbuhan tersebut.

“Mayoritas penduduk kita yang  muslim berpotensi mendongkrak pasar jadi terbesar dibandingkan Malaysia,” kata Mudrajat dlm acara “Literasi Keuangan Syariah Goes To Campus” yang diselenggarakan Forum Warta Pena bersama Universitas Trilogi di Jakarta, Rabu (26/2).

Namun pertumbuhan ini tak lepas dari tantangan yang akan dihadapi industri tersebut. Menurut Mudrajat, prilaku masyakat masih yang menganggap bank syariah hanya diperuntukan bagi kaum muslim. Kedua, masih ada anggapan terkait penerapan sistem pada sektor keuangan syariah. “Orang sering beranggapan benchmark bank syariah masih menganut sistem bunga,” sambungnya.

Tantangan lainnya, terkait dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM). “Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan diproyeksikan sektor industri syariah butuh SDM minimal 6.700 orang atau tumbuh 31 persen per tahun, mengikuti pertumbuhan bank syariah sebesar 15 persen,” terang Mudrajat.

Dari sisi pendidikan, sambung Mudrajat, pengembangan ilmu pendidikan keuangan dan akutansi syariah, serta literaturnya yang masih terbatas. “Literaturnya terbatas, dosen terbatas, dan pakarnya juga terbatas.” pungkasnya.

Hadir pula sebagai nara sumber antara lain, Analis Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Reza Mustafa, Dosen Univ. Trilogi Muyassaroh, Pemimpin Div. Perencnaan Strategi Bank Syariah Misbanul Munir, Promotion Div. Head Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Inza Putra, dan CEO dan Founder PT Alami Fintek Syariah Dima Djani.

Pemimpin Div. Perencanaan Strategi Bank Syariah Misbanul Munir mengakui pertumbuhan perbankam syariah mengalami perlambatan sejak dari tahun 2019 lalu. Jika pada tahun lalu sektor ini mengalami pertumbuhan sekitar 12-13 persen. Di tahun ini,  diprediksi akan tumbuh diangka 15 persen. “Pertumbuhan ini didorong masuknya sukuk syariah negara ke perbankan syatiah,” kata dia.

Pertumbuhan itu tak lepas dari adanya tantangan dalam menjaga kualitas dan portofolio pembiayaan terutama terhadap ketiga segment usaha, yakni kelas atas, bawah atau mikro, dan menengah. “Pada segment menengah, tantangannya adalah bagaimana kita bisa mensejahterakan rakyat dan membuat usahanya tetap survive,” terangnya.

Adapun sektor yang akan menjadi fokus BNI Syariah pada tahun ini, ada disektor pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor ini menjadi perjatian besar pemerintah.

Sementara, Analis Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Reza Mustafa mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah, khususnya ekosistem syariah.

“Ada tiga pilar yang akan kita dorong bagi pertumbuhan industri ini, yakni keuangan syariah, dana sosial Islam, dan sektor industri halal. Ketiga pilar ini harus terintegrasi satu sama lain agar ekonomi syariah itu bisa bergerak,” kata Reza.

Ia pun memprediksi sektor keuangan syariah akan terus tumbuh. Saat ini market share perbankan syariah sebesar 6,15 persen. Sementara keuangan syariah telah mencapai 9,01 persen.

Faktor lain yang ikut mendorong pertumbuhan sektor ini, munculnya kesadaran masyarakat terutama generasi milenial yang menganggap pentingnya faktor agama dalam sendi kehidupan. “Faktor ini juga didukung oleh industri halal kita yabf berada di posisi 5 dunia,” pungkas Reza.

Promotion Div. Head Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Inza Putra mengatakan, pangsa pasar perbankan syariah Indonesia sebesar 6,01% (sejak awal pendirian 1992). Untuk meningkatkan pangsa pasar, lanjut dia, memerlukaninovasi produk perbankan syariah.

“Selain itu, perlu didukung aspek penelitian dan pengembangan yang perlu terus didorong dan dikembangkan. Edukasi dan sosialisasi yang harus terus didorong dan bersifat inklusif. Dan tak kalah penting diperlukan permodalan yang cukup, ” tambahnya. (Olifia)

Previous Post

Bupati Bekasi: Utamakan Aspirasi Masyarakat, Sebagai Kebijakan Pembangunan 2021

Next Post

Peringati Hut ke 17, Inilah 17 Varian Roti Favorit BreadTalk

Related Posts

The Day
BERITA TERKINI

The Day

May 20, 2026
REGISTER NOW
BERITA TERKINI

REGISTER NOW

May 19, 2026
50TH IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

50TH IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
BERITA TERKINI

Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion

May 13, 2026
Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector
BERITA TERKINI

Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector

May 8, 2026
Next Post

Peringati Hut ke 17, Inilah 17 Varian Roti Favorit BreadTalk

Recent Posts

  • The Day
  • REGISTER NOW
  • 50TH IVA CONVEX 2026
  • IVA CONVEX 2026
  • Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
  • Future trends in gambling What to expect and how chicken road is adapting
  • Strategi Bisnis Pan Brothers dengan Gebrakan IT Digitalisasi Mampu Boyong Gold Award – IITA 2024
  • Proses Tampilan Baru Pembangunan di IKN Sekarang
  • GBG Intelligence Center Cegah Penipuan Dan Meningkatkan Efisiensi Onboarding Lembaga Keuangan

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored