EconomicReview – Ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika dapat segera kita saksikan pada bulan Maret mendatang di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun sebelum itu pebalap dari berbagai negara tersebut berkesempatan mencicipi pepes nyale jelmaan Putri Mandalika.
“Berkunjung ke Lombok rasanya kurang jika tak mencoba makanan bernama pepes nyale. Tak terkecuali Marc Marquez, juara dunia MotoGP 2019, kudu mencobanya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, H Lendek Jayadi saat acara konferensi pers di Media Center Indonesia Mandalika, Lombok Tengah.
“Menjelang MotoGP ada tradisi Bau Nyale. Dalam bahasa Sasak, bau artinya menangkap dan nyale adalah cacing laut. Bau nyale adalah aktivitas masyarakat untuk menangkap cacing laut yang dilakukan setiap tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan tradisional Sasak. Umumnya, antara bulan Februari dan Maret setiap tahunnya,” kata Lendek.
Bukan tampak sebab masyarakat setempat menyebut demikian, konon ada sejarah yang sangat melekat jika nyale diyakini adalah jelmaan Putri Mandalika.
Masyarakat setempat percaya nyale adalah jelmaan Putri Mandalika, anak pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting dari Kerajaan Tonjang Beru dalam hikayat kuno Sasak. Putri Mandalika diceritakan sebagai sosok cantik yang diperebutkan oleh banyak pangeran dari berbagai kerajaan di Lombok.
Tak ingin terjadi kekacauan di kemudian hari jika ia memilih salah satu di antaranya, Putri Mandalika pun menolak semua pinangan itu dan memilih mengasingkan diri. Akhirnya Putri Mandalika memutuskan untuk mengundang seluruh pangeran beserta rakyat di Pantai Kuta, Lombok pada tanggal 20 bulan 10, tepatnya sebelum Subuh.
Seluruh undangan berduyun-duyun menuju lokasi. Putri Mandalika yang dikawal ketat prajurit kerajaan muncul di lokasi. Kemudian dia berhenti dan berdiri pada sebuah batu di pinggir pantai. Tak lama, ia pun terjun ke dalam air laut dan menghilang tanpa jejak. Setelah dicari-cari, mereka hanya menemukan kumpulan cacing laut yang kemudian mereka percayai sebagai jelmaan Putri Mandalika.
Bagi sebagian orang nyale bukanlah sekadar cacing laut. Nyale merupakan hidangan yang istimewa bagi warga Lombok. Hasil tangkapan nyale itu acap mereka jadikan pepes nyale yang dibakar dengan daun pisang.








