EconomicReview – Kekeringan sedang melanda Benua Eropa selama beberapa pekan terakhir, ditandai dengan gelombang panas yang menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia dan sebagian lainnya dievakuasi.
Spanyol alami kekeringan terburuk dalam beberapa dekade, para arkeolog mengaku senang dengan kemunculan lingkaran batu prasejarah di sebuah bendungan.
Susunan batu itu secara resmi disebut “Dolmen Guadalperal”, tetapi lebih dikenal dengan sebutan “Stonehenge Spanyol”, meniru nama lingkaran batu prasejarah di Inggris.
Batu-batu itu pertama kali ditemukan oleh arkeolog Jerman Hugo Obermaier pada 1926, tetapi kawasan itu kemudian ditimbun air untuk dijadikan bendungan pada 1963 selama pemerintahan diktator Francisco Franco.
Di Jerman juga ditemukan “batu kelaparan” di Sungai Rhine. Banyak batu seperti itu terlihat lagi di sepanjang tepi sungai terbesar di Jerman tersebut dalam beberapa minggu belakangan.
Kemunculan batu-batu bertuliskan tanggal dan inisial nama itu dianggap sebagai peringatan dan pengingat perjuangan orang-orang di masa lalu saat menghadapi kekeringan.
Sungai Danube juga telah surut ke tingkat terendah selama hampir satu abad akibat kekeringan dan memunculkan lebih dari 20 bangkai kapal perang Jerman dari masa Perang Dunia Kedua di dekat Kota Prahovo, Serbia.
Bangkai kapal tersebut adalah kapal perang armada Laut Hitam Nazi Jerman yang tenggelam di Sungai Danube pada 1944 setelah mereka dipukul mundur oleh pasukan Soviet.
Selain Spanyol dan Jerman, Italia telah menetapkan status darurat di daerah-daerah sekitar Sungai Po. Pada akhir Juli, sebuah bom buatan AS seberat 450 kg ditemukan di sungai terpanjang di negara itu ketika kedalaman airnya menyusut.
Sekitar 3.000 penduduk yang tinggal di sekitar Desa Borgo Virgilio, dekat Kota Mantua, dievakuasi ketika militer menjinakkan bom tersebut dengan meledakkannya pada awal bulan ini.
Foto : Detik.com








