EconomicReview – Kembang tahu merupakan kuliner tradisional yang diminati kalangan milenial. Kembang tahu merupakan kuliner tradisional yang mendapat pengaruh dari China. Di Indonesia, kembang tahu disebut juga wedang tahu. Kembang tahu tersebut terbuat dari kacang kedelai yang direndam.
Kemudian, kacang kedelai tersebut digiling halus, diperas untuk mendapatkan susu. Lalu ditambahkan gipsum agar teksturnya menjadi padat, tetapi tetap lembut mirip puding. Di Indonesia kembang tahu disajikan dengan kuah jahe atau wedang jahe.
Di Jakarta Selatan ada gerai kembang tahu viral dengan varian yang lebih kekinian dengan menambahkan pilihan topping ke dalam racikan kembang tahunya.
Kembang Tahu Naomi yang diprakarsai oleh Heri Oktavianus sejak empat tahun lalu. Gerai pertamanya berada di Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Kembang Tahu Naomi sendiri menggunakan kacang kedelai pilihan. Tekstur kembang tahunya lembut. Sementara untuk kuahnya terbuat dari jahe, gula aren dan gula pasir. Rasa dan aroma jahenya terasa kuat.
Saat ini Kembang Tahu Naomi tersebut memiliki banyak mitra yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya ada di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tepatnya di seberang apotek Kimia Farma.
Pemilik gerai tersebut adalah Imam yang baru memulai bisnis kembang tahu pada 2020 lalu. Meski baru memulai, tetapi ia mengaku sudah banyak mendapat pelanggan.
“Yang membedakan itu sebenarnya dari kuahnya. Biasanya banyak campuran, kalau ini kuahnya jahe, gula aren, gula pasir gak ada tambahan lain,” jelas Imam.
Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 12.000 hingga Rp 24.000 tergantung jenis topping yang dipilih. Selain kemang tahu, juga tersedia minuman hangat lainnya seperti jahe murni, susu jahe merah, kopi jahe dan lainnya.
Kembang tahu Naomi saat ini sudah bisa di pesan via GoFood, GrabFood, ShopeeFood & TravelokaEat.
Foto : GoFood








