EconomicReview – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menatap tahun 2021 ini dengan optimis. Pasalnya, sepanjang tahun 2020, kinerja Kementerian ESDM terbilang ciamik. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari investasi sektor ESDM tahun 2020 masih mencatatkan nilai yang signifikan sebesar US$24,4 miliar meski di tengah berbagai kondisi global.
Kemudian subsektor migas masih memberikan kontribusi investasi terbesar yaitu US$12,1 miliar. Disusul subsektor ketenagalistrikan sebesar US$7 miliar, minerba US$3,9 miliar dan EBTKE sebesar US$1,4 miliar. “Untuk tahun 2021, investasi sektor ESDM ditargetkan mencapai US$36,4 miliar,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan pers belum lama ini.
Untuk realisasi anggaran Kementerian ESDM tahun 2020 mencapai Rp 5,8 triliun atau 93,5 persen dari alokasi sebesar Rp 6,2 triliun. Realiasi ini merupakan realisasi terbesar selama 11 tahun terakhir. Laporan keuangan Kementerian ESDM ini berhasil mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK selama 4 tahun berturut-turut.
Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM tahun 2020 mencatatkan realisasi (sementara) 120 persen dari target. Pada APBN-P 2020, PNBP sektor ESDM ditargetkan sebesar Rp 90,7 triliun, sementara realisasinya sebesar Rp 108,7 triliun.
Realiasi PNBP tersebut terdiri dari PNBP Migas sebesar Rp 69,7 triliun (131 persen), Mineral dan Batubara sebesar Rp 34,6 triliun (110 persen), EBTKE sebesar Rp 2 triliun (154 persen) dan penerimaan lainnya sebesar Rp 2,4 triliun (51 persen). Penerimaan lainnya terdiri dari iuran badan usaha hilir migas, DMO Migas, penjualan data, jasa sewa, penerimaan BLU, dan lainnya.
Berikut capaian dan program masing-masing subsektor yang dikutip dari keterangan pers Kementerian ESDM.
Minyak dan Gas Bumi
Hingga akhir 2020, program BBM Satu Harga telah menjangkau 253 lokasi atau bertambah 83 lembaga penyalur pada 2020. Kementerian ESDM akan menambah 76 lembaga penyalur di tahun 2021 dan ditargetkan terbangun total 500 lembaga penyalur pada 2024.
Sepanjang tahun 2020 telah terbangun 135.286 Sambungan Rumah (SR) jaringan gas di 23 kabupaten/kota. Untuk tahun 2021 ditargetkan akan ada tambahan sebanyak 120.776 SR. Sedangkan telah dilakukan terobosan melalui penyesuaian harga gas menjadi USD6/MMBTU di plant gate dengan volume sebesar 2.601 BBTUD, dialokasikan untuk Industri Tertentu sebesar 1.205 BBTUD dan Pembangkit PLN sebesar 1.396 BBTUD.
Di sisi hulu, realisasi Lifting Migas tahun 2020 mencapai 1.682 mboepd atau sebesar 99,1% dari target APBN-P 2020, terdiri dari lifting minyak 707 mbopd atau 100,1% dari target (705 mbopd). Sementara realisasi lifting gas sebesar 975 mboepd atau 98% dari target (992 mboepd). Sedangkan target lifting migas tahun 2021 sesuai APBN ditetapkan sebesar 1.712 mboepd, terdiri atas lifting minyak sebesar 705 mbopd dan lifting gas 1.007 mboepd.
Ketenagalistrikan
Realisasi rasio elektrifikasi tahun 2020 sebesar 99,20% atau meningkat 14,85% dalam 6 tahun terakhir (tahun 2014 sebesar 84,35%). Rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 99,9% pada 2021. Kementerian ESDM juga telah melakukan Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada 17 Desember 2020 sebagai implementasi Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program KBLBB untuk Transportasi Jalan.
Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi
Realisasi kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) hingga tahun 2020 mencapai 10.467 MW. Tambahan ini berasal dari PLTA Poso (66 MW), PLTBm Merauke (3,5 MW), PLTM Sion (12,1 MW) dan PLTS Atap (13,4 MW). Untuk tahun 2021, ditargetkan kapasitas pembangkit EBT meningkat menjadi 12.009 MW.
Pada 17 Desember 2020 telah dilakukan Project Kick Off Ceremony PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas sebesar 145 MW yang merupakan PLTS terbesar di ASEAN kerjasama Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab.
Program mandatori biodiesel juga terus ditingkatkan. Melalui implementasi B30 sejak Januari 2020, realisasi pemanfaatan biodiesel sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar 8,46 juta Kilo Liter. Capaian tersebut menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp38,31 triliun (US$2,66 miliar). Pada tahun 2021, pemanfaatan biodiesel ditargetkan mencapai 9,2 juta KL.
Catatan manis upaya menurunkan CO2 ditorehkan di 2020, dengan penurunan sebesar 64,4 juta ton CO2 atau 111% dari target sebesar 58,0 juta ton. Sedangkan pada tahun 2021 ditargetkan penurunan CO2 sebesar 67 juta ton.
Mineral dan Batubara
Pada 2020, telah berhasil diterbitkan UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (berlaku efektif 10 Juni 2020).
Realisasi pemanfaatan batubara domestik atau DMO pada 2020 mencapai 132 juta ton dari produksi sebesar 558 juta ton. Sedangkan DMO batubara pada 2021 ditargetkan sebesar 137,5 juta ton dari target produksi 550 juta ton. Hilirisasi batubara terus didorong, salah satunya melalui pemanfaatan batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai alternatif energi untuk substitusi LPG.
Realisasi jumlah smelter hingga tahun 2020 mencapai 19 smelter. Terdiri dari Nikel (13 smelter), Bauksit (2 smelter), Besi (1 smelter), Tembaga (2 smelter), Mangan (1 smelter). Sedangkan pada 2021 direncanakan akan terdapat 4 tambahan smelter yang akan beroperasi sehingga jumlah smelter menjadi 23 unit.
Kegeologian
Pada 2020, telah dibangun sebanyak 560 titik sumur bor air tanah sehingga sampai saat ini sumur bor yang telah dibangun sebanyak 3.408 titik, yang membantu masyarakat di daerah sulit air. Terkait bencana geologi, Kementerian ESDM terus melakukan mitigasi melalui sistem peringatan dini, tanggap darurat, penyelidikan, pemetaan, dan sosialisasi. Selama tahun 2020, tercatat adanya erupsi eksplosif di 9 gunung api; hembusan awan panas di 3 gunung api; dan guguran lava di 6 gunung api. Dilaporkan pula terjadi gerakan tanah sebanyak 2.099 kejadian dimana sekitar 73% terjadi di Pulau Jawa, dengan 6 lokasi mengalami rusak parah.








