EconomicReview-Dipertengahan tahun 2022, penghargaan The Best Global Company 2022 diraih PT Bank NTB Syariah dalam ajang internasional Indonesia-Turkiye Global Leaders Business Forum & Award II 2022. Tak hanya itu, penghargaan juga diraih President Director PT Bank NTB Syariah Kukuh Raharjo sebagai The Best Global Leaders 2022 dalam acara yang digelar Majalah Economic Review di Istanbul, Turki, Senin (6/6).
Penganugerahan penghargaan tersebut digelar secara hibrid baik offline yang digelar langsung dari Turki maupun online melalui zoominar. Hadir secara langsung di Turki antara lain Israfil Kuralay (Vice President of the Executive Board of Istanbul Chamber of Commerce), Ilhan Erdal (Chairman of the DEIK Türkiye-Indonesia Business Council), Dewi Motik Pramono dan Irlisa Rachmadiana mewakili the Indonesia Women Leaders Association, serta Prof. Askin Asan (Ambassador of the Republic of Türkiye di Indonesia).
Bank NTB Syariah makin menunjukkan eksistensinya pasca konversi dari bank konvensional ke bank syariah penuh tahun 2018 lalu. Bank kebanggaan daerah NTB ini bahkan makin moncer, meski ekonomi dilanda pandemi Covid-19. Kemajuan Bank NTB Syariah bisa dilihat dari capaian-capaian dalam neraca keuangannya, hampir seluruh indikator menunukkan kinerja yang sangat positif. Sehingga tak perlu ada karaguan bagi publik untuk menambatkan kepercayaan kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB ini.
Di tahun ke tiga setelah berkonversi ke syariah penuh, asset bank mengalami pertumbuhan sebesar 8,05 persen atau menjadi Rp11, 2 triliun. Dana pihak ketiga yang dikelola oleh Bank NTB Syariah juga naik sebesar 15,54 persen atau menjadi sebesar Rp995 miliar.
Selain itu, penyaluran dana bank meningkat Rp936 miliar di tahun 2021, naik sebesar 17 persen dari tahun 2020. Sementara Non Performing Financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah bank hanya 1,18 persen. dari total pembiayaan yang disalurkan oleh Bank NTB Syariah sebesar Rp7,4 triliun tahun 2021.
Penyaluran pembiayaan ini juga hampir naik 100 persen dari penyaluran kredit saat masih Bank NTB konvensional yang hanya berkisar Rp4 triliun.
“Tahun 2021 kinerja keuangan kita cukup baik. Bahkan pertumbuhannya tertinggi dibandingkan capaian perbankan secara nasional, dan BPD se Indonesia. kita masih menunggu rilis resmi dari OJK,” kata Kukuh.
Otoritas sudah menilai Bank NTB Syariah cukup sehat. selain itu, Kukuh juga menambahkan kepercayaan publik terhadap Bank NTB Syariah trennya terus membaik. Hal ini dibuktikan dari pendapatan fee based income atau pendapatan bank di luar pendapatan dari margin dan bagi hasil. Misalnya dari penggunaan ATM milik Bank NTB Syariah.
Menurut Kukuh, tidak sedikit kartu ATM bank lain yang digunakan bertransaksi di ATM Bank NTB Syariah. Baik untuk transfer, maupun tarik tunai. Selain itu, transaksi menggunakan saluran aplikasi Bank NTB Syariah juga meningkat. Walhasil, Rp20,9 miliar lebih didapatkan feenya. Naik dari tahun 2020 sebesar Rp16,729 miliar. Tahun 2018 hanya 2,4 miliar.
“Setiap bertransksi menggunakan kartu bank lain di ATM Bank NTB Syariah, otomatis kena biaya beban. Dari situ didapatkan fee sampai Rp20 miliar. Dari fee ini saja, sudah cukup meggaji karyawan Bank NTB Syariah hingga beberapa bulan,” jelas Kukuh.
Dari sisi pelayanan dan perangkat IT yang digunakan, Bank NTB Syariah tidak kalah dengan perbankan nasional lainnya. Bahkan setara. Itulah yang membuat Bank NTB Syariah mampu bersaing ditingkat nasional.
Capaian pertumbuhan bisnis Bank NTB Syariah ini lantas tidak kemudian membuat bangga. Justru, pekerjaan yang tidak mudah harus dilakukan adalah meningkatkan terus menerus kinerja bank. Fasilitas akan terus ditambah, baik kantor, maupun jaringan ATMnya yang saat ini memang sebarannya sudah terbanyak di NTB, dibandingkan jaringan ATM perbankan lainnya.
“Semua sisi akan terus kita tingkatkan. Pelayanan, IT, jaringan, dan kemudahan lainnya. ASN sebagai captive market kita akan terus kita tingkatkan sasaran dan dukungannya. Kegiatan-kegiatan usaha produktif juga menjadi perioritas kita,” demikian Kukuh.








