Economic Review– Membuat password atau kata kunci dalam aktivitas bisnis digital tidak bisa sembarang dkilakukan. Selain untuk mencegah agar password tidak gampang dibobol, ada hal yang juga harus diperhatikan.
Menurut Konsultan Keamanan Siber, Teguh Aprianto, ada tiga kiat dalam membuat kata kunci dan password. Salah satu yang terpenting adalah hindari penggunaan kombinasi nama dan tanggal lahir.
“Kombinasi nama dan tanggal lahir memang lebih mudah diingat, tetapi mudah ditebak oleh orang lain. Karena oknum yang tidak bertanggungjawab bisa mencari informasi mengenai biodata seperti nama lengkap dan tanggal lahir lewat berbagai cara, apalagi bila data pernah bocor. Sehingga kata kunci yang menggunakan kombinasi nama serta tanggal lahir rentan untuk diretas,” katanya dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis (28/10).
Untuk hal yang kedua, lanjut dia, jangan masukkan hal-hal yang berhubungan dengan Anda dalam kata kunci. Ini termasuk segala hal yang disukai, termasuk nama hewan peliharaan Anda. “Jangan pilih password yang berhubungan dengan kita, seperti nama orangtua atau nama hewan peliharaan,” imbuh Pendiri Ethical Hacker ini
Ketiga, pilih kata kunci yang memadukan huruf kapital di awal, simbol serta angka sehingga lebih sulit untuk ditebak orang lain. Verifikasi dua langkah adalah kunci penting untuk memastikan keamanan data. Pastikan juga surat elektrobnik (surel) yang digunakan saat mendaftarkan akun adalah surel yang valid dan bisa diakses.
Demikian juga dengan nomor handphone yang digunakan. Dalam penggunaan verifikasi dua langkah, bisa juga menggunakan Google Authenticator dan sejenisnya.
“Kemudian, pastikan juga kata kunci yang aman tidak disimpan secara sembrono di tempat seperti notes atau dokumen dengan ekstensi .docx atau .txt. Jika Anda kesulitan untuk mengingat banyak kata kunci bisa menggunakan aplikasi seperti 1password atau Dashlene,” jelasnya.


