EconomicReview – Prediksi ini muncul setelah melihat kondisi Indonesia yang masih berkutat dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai bahkan ada kecederungan pasien positif Covid-19 terus naik. Akibatnya, sejumlah lembaga internasional ini memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar 3-4 persen untuk Semester II Tahun 2021.
Bahkan Asian Development Bank (ADB) dalam laporan terbaru bertajuk “Asian Development Outlook Supplement – July 2021” memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini hanya 4,1%. Proyeksi tersebut turun dari prediksi sebelumnya yang sebesar 4,5%.
Perubahan prediks ADB ini didasarkan pada kondisi pandemi di Indonesia. Sejak terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19 pada akhir Juni, masyarakat yang terpapar Covid-19 meningkat pesat. Kondisi ini menyebabkan pemerintah menerapkan pembatasan aktivitas ketat (PPKM) sejak 3 Juli hingga 20 Juli dan diperpanjang sampai awal Agustus 2021.
Dengan diberlakukan PPKM secara ketat ini tentu akan menghambat proses pemulihan ekonomi nasional. Tampaknya pemerintah perlu mendorong pemulihan ekonomi ini dengan adanya kebijakan fiskal yang suportif dan permintaan ekspor yang meningkat.
Sejalan dengan ADB, Bank Dunia juga memproyeksi bahwa perekonomian nasional hanya tumbuh 4,4% dan baru akan mencapai 5% pada 2022. Meski meningkat, ada catatan khusus Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi tak serta merta membuka lapangan pekerjaan bagi sektor-sektor tertentu.
Tak mau ketinggalan, IMF juga menyampaikan prediksinya. Lembaga keuangan internasional memprediksi ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 4,3% atau lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Bahkan IMF menegaskan bahwa perekonomian nasional tumbuh lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN-5.
Sedangkan untuk tahun 2022, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5,8% atau lebih tinggi dibandingkan dengan rerata pertumbuhan ekonomi global.
Sementara itu, Center of Reform on Economics (CORE) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ada di kisaran 2,5% sampai 3,5% sepanjang 2021. Kondisi ini disebabkan ketidakpastian ekonomi yang menghambat kembali pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, pertumbuhannya tidak bisa mencapai di kisaran 4,5% sampai 5,3% sesuai prediksi pemerintah.


