EconomicReview – Berlibur ke Semarang akan terasa lengkap setelah kamu mencicipi kuliner khas Semarang yakni Lumpia Semarang dan yang paling terkenal adalah Lumpia Gang Lombok. Memiliki kombinasi cita rasa manis dan gurih yang menggugah selera, tak heran kalau Lumpia Gang Lombok ini digemari oleh banyak orang.
Beda Lumpia Gang Lombok dengan yang dijual di pasaran pada umumnya adalah terletak pada isiannya yang menggunakan telur kocok, rebung serta udang.
Rasanya yang mantap sukses membuat Lumpia Gang Lombok ini diburu wisatawan. Banyak sekali wisatawan yang rela datang jauh-jauh dan mengantre panjang di tempat yang berlokasi tepat di seberang Klenteng Tay Kak Sie.
Jika ingin tidak mengantre, Kamu dapat datang lebih pagi ke lokasi yang beralamat di Jalan Gang Lombok Nomor 11, Purwodinatan, Semarang, yang buka setiap harinya mulai pukul 08.00-17.00 WIB.
Pengunjung rela datang jauh-jauh karena isian rebung pada Lumpia Gang Lombok sama sekali tidak bau pesing dan ini karena rebungnya melalui proses pencucian berulang. Itulah yang menjadi rahasia Lumpia Gang Lombok. Lumpia yang dijual ada lumpia basah dan kering, dan paling nikmat jika disantap dengan selada, cabai rawit, daun bawang dan saus tepung maizena atau kecap.
Kuliner legendaris khas Semarang ini juga bisa Anda bawa sebagai oleh-oleh dengan menggunakan kemasan berupa besek bambu. Satu besek umumnya dapat memuat 3 hingga 5 buah lumpia goreng maupun basah dengan harga yang ramah dikantong, berkisar 15 ribu per buah.
Lumpia basah ini dapat bertahan lama jika dimasukkan ke dalam kulkas dalam waktu kurang lebih 12 jam dari sesaat setelah dibeli. Jika tidak didinginkan, dapat bertahan selama dua hari.


