Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Padat Modal, Industri Telekomunikasi Butuh Konsolidasi

by teguh budi rahayu
November 2, 2021
in BERITA TERKINI, TEKNOLOGI
134 9
0
Padat Modal, Industri Telekomunikasi Butuh Konsolidasi
Share on FacebookShare on Twitter

Economic Review- Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih juga harus diimbangi dengan infrastruktur memadai. Untuk itu dibutuhkan industri telekomunikasi yang memiliki jaringan dan modal yang kuat.      

“Industri teknologi informasi ini termasuk padat modal. Mereka membutuhkan kemampuan keuangan yang cukup untuk merebut pasar. Semakin besar modal yang mereka miliki, mereka bisa merebut pasar yang besar dan itu akan menjadi modal mereka untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi mereka,” ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah belum lama ini.

Dikatakannya, konsolidasi di industri telekomunikasi merupakan sebuah keniscayaan, sesuai dengan tuntutan perkembangan saat ini. Para pelaku industri telekomunikasi memperbesar jangkauan pasar dengan melakukan konsolidasi. Tidak hanya Indosat dan Tri yang sudah secara resmi mengumumkan merger, operator lain yaitu XL Axiata dan Smartfren juga dikabarkan akan melakukan hal yang sama.

Konsolidasi ini, tambah Piter tentu tidak hanya memberikan manfaat secara korporasi. Tetapi lebih dari itu, konsumen atau pelanggan sendiri pun akan mendapatkan dampak positif.

“Karena dengan penggabungan, mereka akan bisa meningkatkan efisiensi, mereka bisa mengembangkan research and development mereka, dan meningkatkan pelayanan mereka,” ungkapnya.

Konsolidasi perusahaan telekomunikasi ini memang akan membuat pemain atau operator berkurang. Meski persaingan pun tentunya menjadi berkurang, menurut Piter kartel atau kongkalingkong diantara para pemain ini sulit dilakukan. Karena pemerintah memiliki perusahaan telekomunikasi milik negara di industri ini. “Pemerintah punya kartu truf yang kuat karena memiliki BUMN di sektor telekomunikasi. Menurut saya, selama ada BUMN tidak ada masalah, terutama jika ada kesepakatan bisnis tersebut,” pungkasnya.

Tags: Industri TelekmomunikasiPadat Modal
Previous Post

Akhirnya, Jakarta Masuk PPKM Level 1

Next Post

Tarif Bea Masuk Minyak Sawit Ke Kawasan EFTA Nol Persen

Related Posts

No Content Available
Next Post
Sinergi Konsumen dan Pelaku Usaha Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Tarif Bea Masuk Minyak Sawit Ke Kawasan EFTA Nol Persen

Recent Posts

  • Sumitomo Indonesia Sabet Gold Award Kategori Private Company pada IHCA 2026
  • BCA Boyong 4 Penghargaan Sekaligus Juara Umum Human Capital Award 2026
  • Perhelatan Human Capital Award 2026 secara Meriah di Thamrin Nine Ballroom
  • Ike Nerfita Primasari – CHRO Super Bank Terima Top 6 Best HC Director 2026
  • Hadjar Seti Adji – Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan Transformasi WIKA Sabet Top 5 Best HC Director 2026
  • Kinerja Ekspor Indonesia Tumbuh Signifikan
  • BNI Jadi Yang Terbaik Di IFA-III-2020
  • BP Jamsostek Raih The Best Human Capital 2021
  • KAI Tambah 20 Jadwal Perjalanan Kereta Saat Libur Nataru

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored