EconomicReview-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berpartisipasi dalam Seafood Expo GLobal (SEG) di Barcelona, Spanyol, 26-28 April, guna menggencarkan promosi produk perikanan Indonesia agar semakin banyak produk perikanan nasional yang dapat masuk ke pasar Eropa.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat. KKP memboyong sebanyak enam eksportir produk perikanan untuk ikut dalam SEG di Barcelona, Spanyol tanggal 26-28 April 2022. Adapun komoditas yang ditawarkan adalah tuna, kakap, kerapu, udang, cumi-cumi, gurita dan ikan kaleng. Dari aktivitas promosi ini, menargetkan nilai transaksi ekspor 100 juta dolar AS.
Artati memastikan sejumlah kegiatan dilakukan dalam ajang yang berlangsung di Barcelona ini, di antaranya temu bisnis, demo masak, promosi pemasaran Seafood Indonesia di media cetak dan digital.
Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan mampu memikat para pembeli baru di pasar Eropa dan sekitarnya, yang juga hadir di pameran yang merupakan kali pertama dilaksanakan di Barcelona.
“Kita dorong terus kegiatan-kegiatan promosi untuk meningkatkan citra produk perikanan Indonesia di mata buyers internasional,” katanya.
Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana memastikan akan mempertemukan para pembeli, investor dan peritel Eropa didukung KBRI Madrid dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona.
Erwin memastikan, jajarannya akan memaksimalkan ajang tahunan yang berlangsung selama tiga hari ini dengan memanfaatkan peluang kunjungan ke fasilitas perikanan di Barcelona dan sekitarnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya untuk terus memberikan instruksi terkait produksi hingga pengolahan agar memenuhi standar global. Dengan begitu, ekspor perikanan Indonesia ke pasar global, khususnya Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan Eropa akan terus meningkat.
Sebagai informasi, dalam periode lima tahun terakhir, ekspor produk perikanan Indonesia rata-rata mengalami kenaikan sebesar 6,1 persen per tahun, yaitu dari 4,5 miliar dolar pada 2017 menjadi 5,7 miliar dolar pada 2021.
Dari jumlah tersebut, 44,3 persen dari pasar Amerika Serikat, 15,6 persen dari pasar Tiongkok, 9,5 persen ASEAN, dan hanya 5,7 persen dengan nilai 328 juta dolar di pasar Uni Eropa.








