EconomicReview – Usai lolos dari deadline permodalan minimum, Bank Index Selindo semakin optimis untuk melakukan ekspansi. Dengan dukungan modal yang kuat, perseroan membidik pertumbuhan double digit di tahun ini.
Sebagaimana diketahui, Bank Index berhasil memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 Triliun di akhir 2022 melalui penambahan modal dari aksi korporasi rights issue.
Dalam satu kesempatan, President Director Bank Index Selindo, Gimin Sumalim menyebutkan injeksi modal Bank Index diharapkan mampu menopang kinerja bisnis. Saat ini Bank Index tengah mengembangkan layanan digitalisasi perbankan sehingga layanan lebih luas dan efisien sebagai bank konvensional SME yang didukung digitalisasi.
Karena itu sejumlah strategi telah disiapkan termasuk meningkatkan infrastruktur digital dan kapasitas SDM. Digital menjadi aspek penting untuk mempercepat layanan dan efisiensi business process. Sedangkan SDM juga menjadi ujung tombak karena segmen small medium enterprise (SME) yang menjadi fokus Bank Index sangat mengandalkan relationship dan approach dengan nasabah.

Bank Index semakin yakin untuk melakukan ekspansi seiring dengan diterimanya penghargaan berupa Gold Award dengan skor 84,24 (Excellent) sebagai The Best Indonesia Sales & Marketing Award (ISMA) VI 2023 untuk kategori Bank.
Penghargaan ini juga mendorong Bank untuk terus memperkuat dan memperdalam penetrasi pasar SME. Perseroan menyasar ekosistem debitur SME berikut buyer dan suppliernya. Hal ini penting mengingat persaingan antar lembaga keuangan di segmen SME sangat ketat. Butuh pendekatan berbeda untuk menggaet dan mempertahankan nasabah. Apalagi harus bersaing dengan bank-bank besar yang memiliki cost of fund rendah, persaingan dari sisi interest rate menjadi tantangan tersendiri bagi bank-bank yang lebih kecil dengan cost of fund yang relatif lebih tinggi.








