Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Reksa Dana Pasar Uang Jadi Pilihan Berinvestasi Saat Ini

by Corry
April 15, 2020
in BERITA TERKINI, FINANSIAL
135 1
0
Reksa Dana Pasar Uang Jadi Pilihan Berinvestasi Saat Ini
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview-Dalam dunia perekonomian dikenal istilah siklus perekonomian yang artinya adalah fluktuasi perekonomian dari periode ekspansi (pertumbuhan) dan kontraksi (resesi). Secara teori terdapat 4 fase dalam siklus ekonomi yaitu ekspansi, titik puncak, kontraksi, dan resesi. Periode antar siklus bervariasi dari 1 tahun hingga 10 tahun.

Lalu, bagaimana dengan posisi Indonesia saat ini? Seharusnya perekonomian Indonesia memasuki siklus ekspansi setelah pada periode-periode sebelumnya berada di titik terendah.

Namun, adanya wabah pandemic virus covid-19 secara global termasuk Indonesia telah merubah skenario awal dari pertumbuhan ekonomi global dan Indonesia. Meningkatnya angka kasus terinfeksi virus corona di Indonesia serta korban jiwa yang terus naik, telah mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pencegahan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Dampaknya aktivitas perekonomian pun terhambat sebagai akibat dari terbatasnya ruang gerak masyarkat yang pada akhirnya mempengaruhi permintaan konsumen.

Di sisi lain, pasar finansial Indonesia juga bereaksi negatif akibat wabah virus ini. Dikutip dari Bloomberg.com, sampai dengan 7 april 2020, terjadi capital outflow di pasar saham maupun obligasi yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan IHSG mencatatkan pertumbuhan negatif 24% begitupun dengan pasar obligasi dimana yield untuk obligasi 10 tahun mengalami peningkatan hingga 8,1% (yield berbanding terbalik dengan harga obligasi). Hal yang sama juga dirasakan oleh nilai tukar Rupiah yang melemah hingga mencapai level 16,230.

Marsangap P. Tamba Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM) menyampaikan pada keterangan persnya ”Dalam merespon kondisi yang berkembang, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan ekonomi antara lain, mempertahankan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo di level rendah , yaitu 4,50 % dan intervensi tidak terbatas untuk menjaga stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia serta peningkatan anggaran belanja negara hingga IDR 405 T untuk menangani kasus corona oleh Pemerintah.”

Ia melanjutkan, dengan kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dari dampak COVID-19. Namun demikian, Bank Indonesia menyampaikan dalam siaran persnya, seiring dengan penurunan ekonomi global dan penyebaran COVID-19 di dalam negeri akan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan sebesar 2,3 % secara keseluruhan di tahun 2020.

“Pada kondisi pasar finansial yang masih cukup berfluktuasi, Reksa Dana Pasar Uang dapat menjadi pilihan investasi bagi investor selama masa wait & see,” tambah Marsangap.

PT Danareksa Investment Management memiliki Reksa Dana Danareksa Seruni Pasar Uang II atau yang lebih dikenal dengan SPU II. SPU II dikelola secara aktif dengan mengalokasikan asetnya 100 % pada instrument pasar uang, baik dalam bentuk deposito maupun obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Di tengah suku bunga yang masih akan dijaga di level rendah, serta adanya potensi kenaikan yield pada obligasi jangka pendek, maka strategi investasi SPU II difokuskan pada penempatan obligasi yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun yang memiliki kualitas kredit yang tinggi dan tingkat risiko yang rendah serta yield yang menarik. Di sisi lain penempatan deposito dititikberatkan pada Bank-Bank berskala besar dengan untuk menjaga likuiditas.

Marsangap mengatakan, mayoritas alokasi obligasi SPU II di tempatkan pada obligasi dengan rating AA ke atas, mayoritas penempatan deposito adalah Bank Buku 3 ke atas. Hal ini sesuai dengan filosofi investasi DIM, yaitu mencari instrumen investasi yang menawarkan pertumbuhan yang berkesinambungan, didukung manajemen yang kuat dan memiliki nilai fundamental yang menarik. “Sehingga SPU II senantiasa memiliki kemampuan untuk memberikan imbal hasil yang optimal dengan tingat risiko yang terkendali”.

Dengan penerapan strategi investasi yang disesuaikan dengan perkembangan pasar, SPU II telah berhasil memberikan kinerja 1 tahun sebesar 5,72 % outperform terhadap infovesta money market fund index yang mencerminkan kinerja rata-rata Reksa Dana Pasar Uang yang ada di industri, dengan kinerja sebesar 5,13 % (sumber : infovesta.com, per 13 April 2020)

“Jadi, tetaplah berinvestasi, meski pasar sedang terkoreksi. Optimalkan hasil investasi anda, melalui investasi pada Danareksa Seruni Pasar Uang II,” tutup Marsangap. (Olifia)

Previous Post

Pakai JNE Trucking Kirim APD Diskon 50%

Next Post

Ketua DPD Minta Masyarakat Tingkatkan Kerukunan Antarumat Beragama

Related Posts

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
BERITA TERKINI

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026

July 4, 2026
Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
BERITA TERKINI

Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi

July 4, 2026
Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
BERITA TERKINI

Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia

June 20, 2026
Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
Next Post
Ketua DPD Minta Masyarakat Tingkatkan Kerukunan Antarumat Beragama

Ketua DPD Minta Masyarakat Tingkatkan Kerukunan Antarumat Beragama

Recent Posts

  • BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
  • Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
  • Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Wagub DKI : Vaksinasi DKI Jakarta Tak Terbatas Zonasi
  • Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut Arieta Aryanti Raih Penghargaan Indonesia Woman Leader 2024
  • Kolaborasi dengan Chef Turki, Bittersweet by Najla siap Berinovasi
  • Transformasi Strategis Bank KB Bukopin dalam Mewujudkan Visi dan Misi Baru

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored