EconomicReview – Tak dipungkiri bahwa saat ini sistem teknologi informasi (TI) berbasis digital yang dimiliki perusahaan sebagai sistem dan platform kerjanya kian kompleks. Tentu saja, kondisi ini menimbulkan sebuah tantangan baru bagi perusahaan, terutama bagi perusahaan yang menggunakan aneka platform yang berbeda dalam sistem operasionalnya. Persoalannya adalah bagaimana aneka platform tersebut dapat terintegrasi dan berkomunikasi satu sama lain.
“Pada saat entitas bisnis sudah banyak mengimplementasikan aplikasi berbasis Teknologi Informasi dan digital, ada satu persoalan yang perlu diselesaikan, yaitu bagaimana membangun komunikasi antara sistem aplikasi Teknologi Informasi yang berbeda,” ujar Presiden Direktur Digiserve by Telkom Indonesia Ahmad Hartono dalam keterangan pers yang dikutip pada Senin (19/09/2022).
Menjawab kebuuhan sistem TI yang kian kompleks tersebut, Digiserve by Telkom Indonesia baru-baru ini meluncurkan layanan Digiserve Service Management Platform. Layanan ini mampu memberikan solusi yang menyederhanakan terhadap berbagai persoalan yang menyangkut sistem TI yang kompleks.
Digiserve Service Management Platform merupakan salah satu bagian dari ekosistem Managed Digital Productivity, yaitu sebuah ekosistem yang dikembangkan oleh Digiserve dengan tujuan untuk membantu sebuah perusahaan dalam meningkatkan produktivitas mereka di era transformasi digital. Peningkatan produktivitas tersebut dilakukan melalui efisiensi terhadap proses bisnis, serta komunikasi dan kolaborasi antar stakeholder atau pemangku kepentingan.
Digiserve Service Management Platform menggunakan modul IT Service Management (ITSM) sebagai sebuah framework yang melakukan pendekatan secara strategis dalam meningkatan efisiensi pengelolaan layanan TI, baik itu untuk layanan TI skala kecil maupun besar. Digiserve Service Management Platform memiliki kapabilitas untuk melakukan integrasi dengan platform, aplikasi atau layanan lainnya, sehingga pengaplikasian IT Service Management akan jauh lebih optimal.
Misalnya, pada saat senior leader sebuah perusahaan meminta pelaporan dari beberapa macam dimensi dan variasi data, aktivitas ini memakan banyak waktu karena data harus diolah dari report platform TI yang beraneka ragam. Kerumitan lain muncul pada sistem monitoring atas beberapa macam perangkat yang digunakan oleh pelanggan yang tersebar pada beberapa lokasi, belum lagi jika banyak pelanggan yang harus dimonitor performa layanannya.
“Diperlukan perangkat TI yang bisa mengintegrasikannya. Jika ada gangguan di sisi pelanggan, NOC sebuah perusahaan, bisa memberikan laporan secara cepat dan dapat didistribusikan ke backroom. Kemudian dikomunikasikan ke pelanggan secara cepat, melalui platform TI yang terintegrasi dengan sistem dashboard yang digunakan pelanggan. Kami menghadirkan Digiserve Service Management Platform sebagai solusi yang menyederhanakan kerumitan Teknologi Informasi pelanggan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Edi Nopian Mulia, Vice President IT, Product & Solution Digiserve, menjelaskan bahwa di era transformasi digital seperti sekarang, perimeter kebutuhan akan layanan TI semakin luas, bahkan untuk sebuah digital first business, layanan TI digunakan hampir di seluruh lini bisnis. Edi menyatakan, dibutuhkan suatu solusi yang dapat meningkatkan efisiensi dalam mengelola dan mengantar layanan TI tersebut secara optimal.
Solusi Digiserve Service Management Platform fokus pada pada peningkatan produktivitas kerja TI di perusahaan karena saat ini hampir seluruh lini bisnis tergantung kepada layanan yang dikelola oleh TI. “Efisiensi dan produktivitas dilakukan dengan mengoptimalkan adopsi framework ITSM dan secara bersamaan meningkatkan pengalaman karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Hal ini akan mudah dicapai jika data dan alat saling terintegrasi sehingga alur pekerjaan bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Service Management Platform tersebut dapat digunakan oleh seluruh jenis industri yang banyak tergantung dengan layanan dan solusi TI dalam pengelolaan operasionalnya. “Platform ini cocok untuk semua industri, terutama bagi perusahaan yang masih menglola layanan TI secara manual atau yang masih kesulitan dalam meningkatkan response time dan penyelesaian masalah TI sehari-hari, sangat cocok menggunakan platfrom ini,” ujar Edi.
Layanan Digiserve Service Management Platform telah dan sedang diimplementasikan oleh sejumlah perusahaan. Salah satu perusahaan yang saat ini sedang mengimplementasikannya adalah Telkom DBT (Digital Business & Technology). Layanan ini diimplementasikan Telkom DBT pada layanan dukungan operasional Aplikasi PeduliLindungi dan Satu Data Vaksinasi.
Dedi Hermansyah, Principle Tribe Innovator Telkom DBT menjelaskan bahwa dengan menggunakan Digiserve Service Management Platform dalam Aplikasi PeduliLindungi dan Satu Data Vaksinasi, siklus komplain dan penyelesaian masalah terkait penggunaan aplikasi di pelanggan menjadi lebih cepat, terpusat dan terintegrasi.
Penggunaan platform ini memungkinkan proses pengaduan dari pelanggan diterima melalui satu pintu dan langsung disampaikan kepada pihak terkait yang sudah terinput pada sistem layanan secara cepat, untuk segera diresolusikan penyelesaiannya.
“Layanan service management yang bagus tidak hanya didukung oleh proses yang sudah terdefinisi dengan baik, namun juga didukung oleh sistem platform yang sudah terintegrasi. Ini juga akan membuka potensi untuk monitoring dan pengembangan layanan operasional yang lebih baik,” pungkasnya.








