EconomicReview – Sultan Hamengkubuwono X menjadi kandidat utama tokoh inisiator bidang maritim. Penobatan ini merupakan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indodata bekerja sama dengan International Sea Port Exhibition and Conference (ISPEC).
Direktur Eksekutif Indodata Danis TS Wahiddin menyebut bahwa temuan hasil survei ini menempatkan Raja Yogyakarta tersebut berada di posisi pertama dengan nilai kumulatif 96,5. Angka ini berdasar nilai pandangan dari masyarakat pada tokoh ini.
“Munculnya nama Sultan merupakan fenomena menarik. Bisa dikatakan masyarakat sekarang justru melihat pada tokoh lokal dan bukan pada tokoh nasional,” ujarnya saat memaparkan hasil survei, Rabu (14/9).

Danis menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini tidak begitu menaruh perhatian khusus secara seintens mengawal isu maritim. Ini berbeda dengan periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Bahkan dengan dinamika politik serta terjadinya pandemi semakin membuat pemerintah pusat kehilangan fokus mengurus bidang maritim. Wajar jika akhirnya masyarakat melihat tokoh lokal yang justru berperan aktif di isu kemaritiman. Apalagi, secara geografis, Yogyakarta dekat dengan laut.
Di sisi lain, saat ini di Yogyakarta sedang marak dengan munculnya wisata berbasis kemaritiman. Hal ini menjadi alasan masyarakat melihat Sultan Hamengkubuwono X punya peran aktif dalam bidang kemaritiman
“Posisi tokoh-tokoh lokal yang mengambil peran maksimal di isu kemaritiman. Ini bisa jadi alarm bagi pemerintah pusat agar tak lupa agar terus konsisten memperjuangkan bidang maritim,” tegas pengajar Ilmu Politik dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta itu.
Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada 25 Juli 2022 sampai 30 Agustus 2022 bertempat di 34 provinsi. Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,8% serta dilakukan melalui survei tatap muka.
Selain Sultan Hamengkubuwono X, nama lain seperti Presiden Joko Widodo, Luhut Binsar Panjaitan, Sandiaga Uno juga masuk dalam kandidat tokoh inisiator bidang maritim. Nama-nama ini akan dinilai oleh pakar untuk selanjutnya ditentukan siapa yang berhak dan layak mendapatkan Maritim Award pada 21 September 2022.
Sementara itu, Fajar Bagoes Poetranto, Ketua pelaksana ISPEC mengatakan, sesuai dengan harapan pemerintah yaitu mewujudkan indonesia sebagai negara poros maritim dunia maka ISPEC diadakan bertujuan untuk mendukung rencana pemerintah tersebut.
Sedangkan tujuan diadakannya survei kebijakan maritim nasional adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan Pemerintahan Joko Widodo khususnya di bidang maritim
Saat ini pebisnis maritim di Indonesia masih belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri, karena sebagian besar bisnis maritim masih didominasi oleh pihak asing. Seharusnya potensi dan oportunity yang sangat besar untuk dunia maritim lokal lebih berkembang lagi. Selain itu potensi pariwisata maritim di indonesia juga masih sangat terbuka luas khususnya bisnis kapal pesiar.
“Kita ketahui belum adanya jalur kapal pesiar besar secara reguler singgah di sejumlah lokasi wisata di indonesia. Kita akan melaunching beberapa lokasi wisata di Provinsi Banten dan Provinsi Bali sebagai pilot project,” kata Fajar.
ISPEC adalah kegiatan seminar/simposium yang di gagas oleh para ahli marititim bekerja sama dengan asosiasi, pemerintah dan stakeholder terkait serta para akedimisi. Tujuannya untuk mengindentifikasi permasalahan kemaritiman di indonesia sekaligus juga mencarikan solusi yang terbaik guna mewujudkan indonesia sebagai negara poros maritim dunia.
Selain seminar, ISPEC juga akan memberikan awards kepada insan-insan yang berjasa besar terhadap kemaritiman indonesia. Penghargaan yang akan diberikan berupa Lifetime Achievement Awards kepada Ir H Djuanda Kartawidjaja dan Soedarpo Sastrosatomo serta Mochtar Kusumaatmadja.
“Peran pemerintah sangat diharapkan lebih aktif selain sebagai pembicara dan mengirimkan pesertanya untuk terlibat aktif dalam seminar ISPEC khususnya dari unit2 kerja terkait kemaritiman. Harapan besar kami adalah tentu saja sesuai tujuan pemerintah diatas bahwa indonesia bisa menjadi poros maritim dunia 2045″ pungkas Fajar.








