EconomicReview-PT Bank Pembangunan Daerah Bali meraih dua sekaligus dalam even bergengsi Indonesia Human Capital Award (IHCA) VII- 2021 yang digelar oleh Majalah Economic Review dengan menggandeng Perbanas Institute, NBO Group, Thomas International, Indonesia-Asia Institute, GNIK- Gerakan Nasional Indonesia Kompeten, Universitas Al Azhar Indonesia, Perempuan Pemimpin Indonesia, Indonesia Leaders Foundation beserta Ideku Group.
Yakni dengan mendapatkan pengghargaan 1st. THE BEST – INDONESIA HUMAN CAPITAL – 2021, Platinum – A – Very Excellent, Category : BUMD – Finance Company – BANKPT Bank Pembangunan Daerah Bali dan THE BEST CEO for COMMITMENT to HC – 2021 yang diberikakn kepada Direktur Utama – PT Bank Pembangunan Daerah Bali I Nyoman Sudharma,SH,MH
Pengembangan SDM adalah hal yang utama dalam pilar kedua yang dimiliki oleh Bank BPD Bali, karena perbankan ini mengakui dibutuhkan SDM yang mempunyai spesialisasi dalam bisnis yang akan dimasuki oleh Perusahaan. Berbagai langkah inovatif telah dilakukan Bank BPD Bali dalam upaya optimalisasi layanan guna memberikan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi kepada nasabah, salah satunya melalui layanan digitalisasi.
Beberapa diantaranya, pengembangan layanan digital (salah satunya merchant QRIS) yang melibatkan Agen Perorangan, Lembaga Keuangan dan LPD diharapkan akan dapat membentuk satu ekosistem transaksional di Bali. Yang terbaru, saat ini layanan QRIS Bank BPD Bali telah menjadi salah satu peserta sandbox untuk dapat melayani transaksi antar negara (QRIS Cross Boarder) dimana melalui fitur ini, Merchant (Acquirer) QRIS Bank BPD Bali dapat menerima transaksi pengguna (Issuer) dari Thailand dan fitur Outbound dimana Issuer dalam hal ini BPD Bali Mobile dapat melakukan scan merchant Thailand bilamana pengguna (nasabah) Bank BPD Bali berkunjung ke Thailand.
Yang paling membanggakan adalah Bank BPD Bali merupakan salah satu Bank (Penyedia Jasa Pembayaran/PJP) dan satu-satunya Bank Pembangunan Daerah yang diikutsertakan oleh Bank Indonesia dalam Working Group QRIS Antar Negara.
Melalui pembayaran QRIS Antar Negara diharapkan dapat memberikan hasil signifikan tidak hanya untuk memfasilitasi transaksi di sektor pariwisata tetapi juga membantu UKM di Bali sebagai kawasan wisata, meningkatkan inklusi keuangan, ekonomi digital dan transaksi e-commerce. Kedepan oleh Bank Indonesia akan dilanjutkan dengan integrasi sistem pembayaran Asia lainnya sehingga pada saat beroperasi secara penuh (komersial), Merchant QRIS Bank BPD Bali sudah siap menerima transaksi secara non tunai dari wisatawan mancanegara sehingga mendukung gerakan Pariwisata yang berbasis CHSE. Rencananya, sistem QR Antar Negara ini akan beroperasi secara komersial mulai awal triwulan I tahun 2022 mendatang.
Disamping itu, untuk mendukung kebutuhan nasabah di Derah Bali, Bank BPD Bali terus berinovasi terhadap produk dan layanan yang terdigitalisasi untuk pertumbuhan dan penguatan perekonomian di Bali salah satunya dengan memperkuat kerjasama ekosistem digital. Bank BPD Bali telah melakukan sinergi dengan BPR dalam layanan integrasi sistem E-link BPR yang merupakan salah satu peran terpenting Bank BPD Bali dalam ekosistem APEX BPR. Terdapat dua jenis layanan e-link yaitu elink Mailaku dan Elink Virtual account. Melalui layanan integrasi E-link BPR, nasabah BPR dapat menikmati kemudahan fasilitas transfer dari dan antar Bank, kemudahan bertransaksi menggunakan Mobile Aplikasi Bank BPD Bali dengan fitur QRIS serta kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian dan pembayaran. Sedangkan kerjasama akuisisi merchant, memudahkan merchant-merchant BPR dalam menerima pembayaran melalui kanal QRIS sehingga memperkuat pertumbuhan perekonomian di Bali.
Rasa kekompakan atau persatuan yang ada dalam organisasi dan kedekatan dengan sesama individu atau pada sesama satuan kerja sehingga mampu mendukung terciptanya kerja sama dan komunikasi yang baik. Dengan perilaku utama:1. Menghargai perbedaan pendapat dan membantu jika diminta bantuan satuan kerja lain serta tidak menonjolkan ego sektoral/satuan kerja yang berlebihan.2. Menghargai eksistensi dan wewenang pimpinan secara proporsional. Mengembangkan prinsip positif kepada orang lain serta menghargai apa yang dikerjakan orang lain.3. Tidak mengeksploitasi perbedaan (pangkat, jabatan, sektor) dan saling menghormati serta bertegur sapa sebagai ungkapan kekeluargaan.
Ditengah tekanan pandemi Covid-19 dan adanya penerapan PPKM, pada triwulan II tahun 2021, total aset Bank BPD Bali tumbuh sebesar 8,34% (y-o-y) dari sebelumnya sebesar Rp25,57 triliun menjadi Rp27,70 triliun. Peningkatan aset tersebut dicapai dari pertumbuhan kredit yang tumbuh sebesar Rp19,65 triliun dari sebelumnya Rp 18,53 triliun.
Kredit direalisasikan terdistribusi untuk kredit konsumtif sebesar Rp10,12 Triliun, kredit investasi Rp6,94 Triliun dan kredit modal kerja Rp2,59 Triliun. Selanjutnya untuk mempercepat akses keuangan, Bank BPD Bali memberikan akses pembiayaan dengan berbagai produk kredit berupa kredit KUR Super Mikro, KUR Mikro dan KUR Kecil, kredit modal kerja, kredit investasi serta produk kredit lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bali kedepan. Sampai dengan triwulan II tahun 2021, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp1,52 Triliun dari semenjak ditetapkan menjadi bank penyalur KUR, dimana pada Tahun 2021 target penyaluran KUR Bank BPD Bali sebesar Rp830,2 milyar dan pada triwulan II telah terealisasi sebesar Rp491,8 Milyar dari target sebesar Rp300 Milyar dengan pencapaian 163,93%.








