Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Tutup Tahun 2020 dengan Optimisme Pasar Modal Indonesia Lebih Baik

by Yusniar
December 30, 2020
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS, FINANSIAL
139 1
0
Tutup Tahun 2020 dengan Optimisme Pasar Modal Indonesia Lebih Baik
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi menutup perdagangan saham Bursa Efek Indonesia tahun 2020 pada Rabu (30/12/2020). Seremoni penutupan ini disaksikan oleh seluruh pelaku pasar secara virtual dan turut dihadiri secara virtual oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, serta jajaran direksi SRO (Self Regulatory Organization), termasuk Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Saat seremoni penutupan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 0,95% di level 5.979,07 pada perdagangan terakhir di tahun ini, Rabu (30/12/2020).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp14,02 triliun, dengan volume perdagangan 22,89 miliar saham, dan frekuensi perdagangan 1,16 juta kali transaksi.

Selain itu, data tersebut juga mencatat ada 118 saham naik, 383 saham turun, dan 121 saham stagnan. Namun, di saat terakhir tercatat 365 saham turun, 143 saham naik, dan 118 saham stagnan. Secara year to date IHSG terkoreksi 5,13%, kendati secara 6 bulan terakhir melesat 19,8%.

Meski kondisinya tidak begitu menggembirakan dibandingkan sesi penutupan tahun 2019, para pelaku pasar tetap optimis bahwa ke depan perkembangan pasar modal Indonesia akan semakin baik. Harapan ini tak berlebihan mengingat sepanjang tahun 2020, pasar modal kerap dihadapkan oleh berbagai tantangan dalam kondisi pandemi Covid-19. Meski demikian, “Regulator pasar modal mampu beradaptasi secara dinamis dan terus berupaya menjawab kebutuhan pasar serta kembali mencatatkan sejumlah pencapaian yang mendukung kemajuan Pasar Modal Indonesia,” ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi.

Di tengah pandemi Covid-19, kata Inarno minat perusahaan untuk masuk ke pasar modal tidak surut. Hingga 30 Desember 2020, tercatat 51 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total ada 713 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Indonesia pun masih menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di ASEAN.

Aktivitas perdagangan BEI pada 2020 juga mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari kenaikan rata-rata frekuensi perdagangan yang tumbuh 32 persen menjadi 619.000 kali per hari pada November 2020. Sedangkan likuiditas perdagangan saham BEI lebih tinggi di antara bursa-bursa lainnya di kawasan Asia Tenggara. Pada periode yang sama, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berangsur-angsur pulih dan mencapai nilai Rp9,18 triliun.

Sepanjang tahun 2020, jumlah investor di pasar modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksadana mengalami peningkatan sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020. Kenaikan investor ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak 4 tahun terakhir, dari 894.000 investor pada 2016. Selain itu, investor saham juga naik sebesar 53 persen menjadi sejumlah 1,68 juta SID.

Jika dilihat dari jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94.000 investor atau naik 73 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Peningkatan jumlah investor serta aktivitas transaksi investor harian tentu merupakan hasil upaya OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dalam mengedepankan sosialisasi dan edukasi terkait investasi di pasar modal kepada masyarakat. Seiring dengan meningkatnya partisipasi investor ritel domestik, rekor transaksi perdagangan baru berhasil dicapai pada 2020 ini, yaitu frekuensi transaksi harian saham tertinggi pada 22 Desember 2020 sebanyak 1.697.537 transaksi.

Inarno mengatakan, pada tahun depan, otoritas bursa juga menargetkan ada sebanyak 30 perusahaan baru yang mencatatkan saham di BEI. Jumlah ini terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA).

Target tersebut diyakininya dapat tercapai sejalan dengan meningkatnya nilai transaksi harian perdagangan bursa akhir-akhir ini. Namun, angka tersebut, kata dia masih bisa ditinjau ulang secara gradual bila nilai transaksi ternyata di bawah target. “Target RNTH 2021 bukan Rp 8,5 triliun, tapi Rp 8,8 triliun. Kita cukup optimis itu tercapai. Bulan-bulan ini transaksi luar biasa, kita syukuri, kita harapkan ke depannya cukup baik,” ujarnya.

Previous Post

Diperkirakan Ada 400 Juta dosis, Proses Vaksinasi Mulai Januari 2021

Next Post

BUMN Perikanan Berperan Besar Dalam Pemulihan Ekonomi

Related Posts

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
BERITA TERKINI

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026

July 4, 2026
Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
BERITA TERKINI

Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi

July 4, 2026
Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
BERITA TERKINI

Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia

June 20, 2026
Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
Next Post
BUMN Perikanan Berperan Besar Dalam Pemulihan Ekonomi

BUMN Perikanan Berperan Besar Dalam Pemulihan Ekonomi

Recent Posts

  • BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
  • Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
  • Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Terbukti Diakui Dunia, Indonesia Mampu Tangani Pandemi Dengan Baik
  • Hingga November 2022, Utang Indonesia Tercatat 392,6 miliar dolar AS
  • Pemerintah Tuntaskan Persiapan Multipleksing Siaran Televisi Digital
  • Maybank Indonesia Sabet Penghargaan Bergengsi, ISMA 2023

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored