Economic Review- Memasuki awal tahun 2022 di minggu ke tiga Januari, keperkasaan uang digital mulai goyah. Beberapa mata uang digital atau kripto tetus terkoreksi cukup jauh. Beberapa kebijakan global diduga menjadi penyebab jatuhnya harga asset kripto.
”Saat ini investor cenderung merespons negatif dan bersikap wait and see terkait sejumlah peristiwa global yang membuat nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya menurun sehingga membuat pasar kripto bergerak lambat. Salah satu sentimen utama yang membuat harga mata uang digital anjlok adalah pergerakan aset keuangan berbasis teknologi yang sedang drop di tengah isu pengetatan moneter yang bakal dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed)” ujar Trader Tokocrypto, Afid Soegiono di Jakarta, belum lama ini.
Dikatakannya, meski pemulihan sudah terlihat secara perlahan, tapi investor harus waspada terkait koreksi besar ini. Kesepuluh asset kripto berkapitalisasi besar terpantau masih melemah, hanya beberapa koin digital stablecoin yang menguat tipis. Terkoreksinya kembali market kripto disebabkan adanya panic selling, sehingga koreksi ini diprediksi tidak akan berlangsung lama.
Selain itu, lanjut Afid, ada faktor lainnya seperti penolakan dari SEC terkait ETF Bitcoin Spot dan Bank Sentral Rusia melarang penggunaan dan penambangan cryptocurrency, Ada beberapa analis yang memprediksi dalam jangka panjang, pasar masih akan koreksi akibat besarnya likuidasi. Penurunan ini pun memunculkan kekhawatiran akan terjadinya crypto winter.
Crypto winter merupakan kondisi ketika nilai cryptocurrency mengalami penurunan drastis, bahkan di bawah nilai tren bullish normal. Namun, apakah saat ini akan masuk crypto winter? “Semua para ahli belum bisa memastikan, tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi. Bitcoin akan benar-benar memasuki crypto winter, maka aset kripto lainnya akan ikut terpengaruh. Jika terjadi crypto winter, diperkirakan periodenya akan singkat,” jelasnya melalui rilis yang diterima wartawan.
Di kala pasar kripto sedang turun, Afid melihat investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.Karena itu, Afid mengingatkan agar investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset.








