EconomicReview – Pemerintah Korea Selatan berinovasi untuk meningkatkan angka kelahiran warganya dengan menawarkan lebih dari 2 juta Won atau sekitar Rp23 juta dalam bentuk voucer tunai kepada orang tua dari bayi yang lahir pada tahun 2022.
Pemberian uang tersebut masuk ke dalam program intensif pemerintah untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran.
Orang tua dapat menukarkan voucer tersebut secara online dan offline di pusat komunitas lokal. Voucer tersebut bisa ditukarkan hingga akhir tahun 2022.
Pemberian intensif uang tunai tersebut masuk ke dalam program subsidi persalinan yang diluncurkan pemerintah Korsel pada beberapa bulan terakhir.
Menurut statistik kelahiran dan kematian Korea Selatan yang dirilis pemerintah, tingkat kesuburan di Negeri Ginseng sendiri tergolong sangat rendah, hanya 0,84 pada 2020. Statistik tingkat kelahiran ini terlihat sangat berbeda jauh, dibandingkan dengan puncak kelahiran di negara itu pada 1960 yang berada di angka 6.
Korea Selatan sekarang memiliki tingkat kesuburan terendah secara global, dan milenial Korea Selatan mengatakan utang yang mengejutkan dan kurangnya perumahan yang terjangkau telah menahan mereka untuk memulai keluarga. Bahkan, saking rendahnya tingkat kelahiran di Korea Selatan, ratusan sekolah terpaksa ditutup dan ditinggalkan karena tidak adanya murid anak-anak.








