Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Capai Target Peningkatan Peringkat TTDI Indonesia

by Yusniar
March 12, 2023
in BERITA TERKINI, SOSIAL & BUDAYA
144 1
0
Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Capai Target Peningkatan Peringkat TTDI Indonesia

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Nia Niscaya dalam "Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Lintas Kementerian/Lembaga dalam Rangka “Peningkatan Peringkat Travel & Tourism Development Index (TTDI)" di Bogor.

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meningkatkan kolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga. Hal ini sebagai upaya meningkatkan peringkat Travel & Tourism Development Index (TTDI) Indonesia yang ditargetkan dapat menembus peringkat 29-34 di tahun 2024.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan, TTDI yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) merupakan pengembangan dari TTCI (Travel & Tourism Competitiveness Index). TTDI ini berperan untuk mengukur tingkat pengembangan dan pembangunan kepariwisataan suatu negara yang terbit setiap dua tahun sekali secara berkala.

“Pada 2021, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-32 dari 117 negara,” kata Nia dalam rapat koordinasi pPenyusunan rencana aksi lintas kementerian/lembaga dalam rangka “Peningkatan Peringkat Travel & Tourism Development Index (TTDI)” di Bogor belum lama ini.

Dalam pemeringkatan tersebut, Indonesia berhasil meraih capaian tinggi di 10 indikator. Mulai dari  timeliness of providing travel & tourism data (peringkat 1), hotel price index (peringkat 1), visa requirements (peringkat 2), total known species (peringkat 2), serta homicide case (peringkat 6).

Selain itu, ada number of terrestrial and freshwater ecoregion (peringkat 6), airport connectivity (peringkat 5), geographical dispersed tourism (peringkat 8), travel & tourism government expenditure (peringkat 8), dan number of top universities (peringkat 9).

Meski demikian, lanjut Nia, masih ada sejumlah indikator dan pilar yang harus ditingkatkan dalam penilaian TTDI 2023. Ke depan ada pilar tourist service infrastructure, health and hygiene, socioeconomic resilience and condition, environmental sustainability, dan ICT Readiness.

Untuk itu, pembenahan ini bukan hal yang mustahil dilakukan jika diorkestrasi secara masif dan beriringan oleh berbagai pihak. “Dalam RPJMN 2020–2024, Indonesia ditargetkan menempati peringkat 29-34 dalam TTDI,” katanya.

Sehingga, dalam koordinasi yang diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari 31 kementerian/lembaga ini, diharapkan bisa menjadi pemetaan dari 112 indikator TTDI.  Ini terbagi menjadi 79 data sekunder yang bersumber dari mitra internasional WEF dan 33 data primer yang diperoleh melalui Executive Opinion Survey WEF.

Lebih lanjut, Nia menjelaskan, berdasarkan pola koordinasi yang dilaksanakan dalam dua tahun terakhir. Diketahui bahwa pemutakhiran data sekunder Indonesia di mitra internasional dan penguatan citra pembangunan kepariwisataan Indonesia perlu didukung oleh perencanaan strategis dari Kementerian/Lembaga dalam bentuk rencana aksi.

“Rencana aksi ini berupa pemetaan program dan kegiatan di kementerian/lembaga yang dapat mendukung peningkatan capaian TTDI Indonesia. Khususnya dalam pengembangan kepariwisataan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Ika Kusuma Permana Sari menambahkan, salah satu upaya yang ditempuh Kemenparekraf untuk meningkatkan peringkat TTDI Indonesia adalah dengan peluncuran Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN). Tujuannya untuk meningkatkan dan membangun kepariwisataan ke seluruh daerah di Indonesia.

“Namun IPKN ini masih terbatas di tingkat provinsi, belum mencapai ke tingkat kabupaten/kota. Sehingga ini perlu kita kolaborasikan dengan kementerian dan lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan kepariwisataan Indonesia,” ujar Ika.

Previous Post

Target GJAW 2023 Lebih dari Rp 2 Triliun

Next Post

Tarik Wisatawan, Museum Timah Indonesia Hadirkan Teknologi VR

Related Posts

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
KOWANI Mendapat Apresiasi ILA 2026 dari Economic Review
Uncategorized

KOWANI Mendapat Apresiasi ILA 2026 dari Economic Review

May 27, 2026
Airlangga Hartanto, Keynote Speaker Acara ILA 2026
Uncategorized

Airlangga Hartanto, Keynote Speaker Acara ILA 2026

May 27, 2026
dr. Ayu Widyaningrum Raih Planitum Award – ILA 2026
BERITA TERKINI

dr. Ayu Widyaningrum Raih Planitum Award – ILA 2026

May 27, 2026
Next Post
Tarik Wisatawan, Museum Timah Indonesia Hadirkan Teknologi VR

Tarik Wisatawan, Museum Timah Indonesia Hadirkan Teknologi VR

Recent Posts

  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
  • KOWANI Mendapat Apresiasi ILA 2026 dari Economic Review
  • Airlangga Hartanto, Keynote Speaker Acara ILA 2026
  • NielsenIQ: Kehadiran Omnichannel sangat Penting bagi Peritel Indonesia di Masa Depan
  • Dukung Teknologi Nasional, Presiden Prabowo Kunjungi Pameran Inovasi di KSTI 2025
  • SHARP Raih Nusantara CSR Awards 2020
  • Mulai 1 April 2023, Harga BBM di SPBU Ada yang Turun

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored