EconomicReview – Mengawali tahun 2021, Economic Review baru saja menggelar acara bertajuk GCG Zoominars & Indonesia GCG Award VI 2021 (IGCGA-VI-2021) pada hari Jumat, 5 Februari 2021.
Indonesia GCG Award VI 2021 merupakan acara tahunan yang telah digelar untuk keenam kalinya. Penghargaan ini digelar secara meriah berkat kerjasama Economic Review dengan Indonesia – Asia Institute, PPPI dan Ideku Group.
PT Bank Jabar Banten Syariah (bank bjb syariah) menjadi salah satu peserta yang berhasil memboyong piala dengan penghargaan – 2nd. The Best – Indonesia GCG Award –VI-2021, Category : Sharia Bank – Bank BUKU – I berkat penerapan GCG atau tata kelola perseroan dengan baik.
Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 1 tahun belakangan ini memberikan tantangan tersendiri bagi industri keuangan syariah nasional.
Pandemi ini membuat perbankan syariah harus mengadaptasi diri agar dapat tetap bertahan dan berkembang dalam ekspansi bisnis.
Sejauh ini bank bjb syariah telah membuktikan dirinya mampu berdiri tegak menghadapi beragam rupa tantangan dengan mencatatkan kinerja terbaik. Bank bjb syariah juga berhasil memperoleh sejumlah apresiasi bergengsi sebagai salah satu indikator pencapaian prestasi.

Indra Falatehan selaku Direktur Utama mewakili manajemen dan jajaran mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan apresiasi dari berbagai pihak yang diterima oleh bank bjb syariah. Diharapkan, penghargaan ini dapat menjadi langkah awal dan pelecut semangat untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi para nasabah dan stakeholder.
“Penghargaan ini merupakan amanah yang harus kami jaga dan insyaallah penghargaan ini akan semakin memacu semangat kami agar selalu memberikan pelayanan dan inovasi terbaik bagi nasabah, serta memberikan kemaslahatan untuk negeri,” kata Indra.
Deretan penghargaan yang diraih melengkapi citra positif kinerja bank bjb syariah sepanjang tahun 2020. Hingga Triwulan III Tahun 2020, perseroan telah mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 9,95% secara year on year (yoy) menjadi Rp8,049 triliun.
Pertumbuhan didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pembiayaan. DPK pada Triwulan III terealisasi sebesar Rp6.094 triliun atau tumbuh sebesar 7,4% (yoy) dari triwulan yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp5,674 triliun.
Sedangkan pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp5,653 triliun atau tumbuh sebesar 8,44% (yoy) dari tahun sebelumnya sebesar Rp5,213 triliun.








