Economic Review- Pemberian vaksin ketiga atau booster kepada masyarakat di Indonesia sudah mulai bejalan. Tahap pertama pemberian booster masih terus dilakukan untuk para tenaga kesehatan (nakes). Dijadwalkan booster untuk masyarakat akan diberikan pada tahun 2022.
Namun sebelum kebijakan tersebut berjalan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Indonesia Tenchnical Advisory Group on Immunization (ITAGI) tengah melakukan penelitian terhadap efektivias pemberian kombinasi vaksin Covid 19.
“Vaksin Covid-19 yang akan diberikan untuk booster masih dalam tahap penelitian yang bekerja sama dengan Indonesia Tenchnical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Untuk melihat kombinasi mana yang paling baik antara Sinovac atau Sinovac booster-nya, AstraZeneca atau Sinovac booster-nya, Pfizer dan AstraZeneca AstraZeneca booster, AstraZeneca atau Sinovac, dan Pfizer,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube Perekonomian RI, Selasa (26/10).
Lebih lanjut, Budi mengatakan, penelitian tersebut diharapkan dapat rampung pada akhir tahun ini, sehingga pemerintah dapat segera mengambil keputusan. Sesuai saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin booster tersebut akan diberikan kepada kelompok berisiko tinggi dan kelompok penderita defisiensi imun.
Pemberian booster dilakukan kepada kalangan masyarakat yang risiko tinggi dan juga mengalami defisiensi imunitas, yaitu nakes dan lansia.
“ Untuk nakes sudah jalan, sedangkan masyarakat yang masuk kategori terganggu imunitasnya adalah masyarakat yang terkena HIV dan cancer,” ungkap Budi.
Pihaknya juga menargetkan, penyuntikan vaksin Covid-19 sebagai booster atau penguat, akan dilakukan pada 2022. Vaksinasi ini menyasar sejumlah kelompok masyarakat.Sesuai saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin booster tersebut akan diberikan kepada kelompok berisiko tinggi dan kelompok penderita defisiensi imun.








