EconomicReview –Bank Jateng kembali menorehkan prestasi atas kinerja yang telah dicapainya, dengan dinobatkan sebagai peraih Platinum Award dalam kategori Regional Development Bank Company, Asset Rp 50T – Rp 75T, Score (A) – Very Excellent dari ajang even bergengsi Indonesia Finance Award-IV-2021 (IFA-IV-2021) yang diselenggarakan secara virtual oleh Majalah Economic Review dengan mengangkat tema pada tahun ini “Financial resilience in economic turbulence – Embracing Opportunities in Recovery Era”.
Bank Jateng mencatatkan sejumlah pencapaian prestasi, meskipun dalam kondisi pandemi, ‘Banknya Orang Jawa Tengah’ ini tetap mampu memaksimalkan kinerja terbaiknya. Laba bersih Bank Jateng termasuk ke dalam tiga besar di antara bank BPD se-Indonesia, yakni senilai Rp 848,5 miliar per Juni 2021. Namun demikian, laba komprehensifnya tercatat menjadi yang teratas di antara bank BPD, dengan nilai Rp 910,9 miliar.
Bank Jateng juga dinilai telah melakukan inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan dan didukung tehnologi informasi, memiliki peran besar dan penting dalam pembangunan ekonomi di daerah. Secara fundamental, kinerja Bank Jateng menguat dengan pendapatan bunga bersih senilai Rp 2,2 triliun, sementara beban bunga menyusut Rp 240 miliar menjadi Rp 1,06 triliun.
Di luar itu, mereka sukses melakukan efisiensi berkat penggunaan teknologi digital dalam layanannya. Bank Jateng juga dinilai telah melakukan inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan dan didukung tehnologi informasi, memiliki peran besar dan penting dalam pembangunan ekonomi di daerah.

Di bawah kepemimpinan Supriyatno, Bank Jateng menggenjot berbagai inovasi layanan. Sejak 2017 mereka berinovasi dengan membangun platform berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya. Diantaranya, mengembangkan fitur Enhancement Core banking, Middleware dan aplikasi Webbranch dalam operasi kesehariannya guna memberikan kemudahan dan kecepatan bertransaksi bagi nasabahnya.
Perseroan juga menggandeng marketplace dan penyedia layanan e-wallet untuk mempermudah nasabah membayar tagihan secara nontunai. Terbaru, perseroan mengembangkan layanan pembayaran berbasis QR code yang terhubung dengan internet banking. Tak hanya itu, Bank Jateng juga menjalin kerja sama dengan Union Pay dan Al Rajhi Bank untuk memperluas kanal pembayaran di luar negeri, dan terus memperluas jangkauan melalui teknologi virtual account.
Inovasi yang dilakukan tersebut mampu menopang efisiensi. Hal ini tercermin dari Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang kian membaik, dari 73,9% pada Juni tahun lalu menjadi 70,9% pada tahun ini. Semakin kecil rasio BOPO, semakin bagus sebuah perbankan karena menunjukkan bahwa beban operasional mereka ternyata lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan operasional yang diraupnya.








