EconomicReview – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, tak banyak perusahaan-perusahaan yang mampu mempertahankan kinerja bisnisnya. Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan Indonesia Finance Award (IFA-IV-2021) dimana ada sejumlah perusahaan yang terpacu meningkatkan prestasi dan peran pentingnya Finance, Value Creation di Perusahaan Swasta, BUMN, BUMD di Indonesia.
Hal ini pula yang ditunjukkan Bank BPD Bali yang terus berinovasi di masa pandemi dan tetap konsisten mencatatkan kinerja positif. Pada triwulan II tahun 2021, total aset Bank tumbuh sebesar 8,34% (y-o-y) dari sebelumnya sebesar Rp25,57 triliun menjadi Rp27,70 triliun. Peningkatan aset tersebut dicapai dari pertumbuhan kredit yang tumbuh sebesar Rp19,65 triliun dari sebelumnya Rp 18,53 triliun.
Dinilai tetap tampil prima sebagai salah satu bank milik pemerintah daerah, Bank BPD Bali tunjukkan kinerja terbaiknya. Berdasarkan penilaian yang dilakukan berdasarkan data kinerja keuangan perbankan yang terpublikasi, baik yang tersedia di situs OJK maupun di website Bank dan sumber lainnya.
Bank BPD Bali dinobatkan sebagai Bank dengan kategori Regional Development Bank Company (BUMD) beraset Rp 10 triliun – Rp 25 trilin yang berhak memperoleh Gold Award (Excellent) dalam ajang IFA-IV 2021. Penilaian tingkat kesehatan bank (TKB) adalah hasil penilaian kondisi bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja bank.

Penghargaan ini sebagai bukti bahwa Bank BPD Bali merupakan salah satu perusahaan terbaik dan terbukti bahwa bisnisnya mampu bertahan ditengah kondisi ekonomi yang masih belum memilki kepastian. Penilain dewan juri terhadap kinerja Bank dilakukan secara obyektif dan fair, terutama untuk kinerja keuangan perusahaan yang didasarkan pada Laporan Keuangan Tahunan per Desember 2020 yang telah diaudit dipublikasikan melalui Annual Report -2020 dari Website Perusahaan.
Penghargaan tersebut telah diserahkan bersamaan dengan penyelenggaraan Online Virtual Zoominar dengan tema “Financial Resilience in Economic Turbulence – Embracing Opportunities in Recovery Era. Tema ini selaras dengan kinerja Bank. Hal ini bisa dilihat dari penyaluran untuk kredit konsumtif sebesar Rp10,12 Triliun, kredit investasi Rp6,94 Triliun dan kredit modal kerja Rp2,59 Triliun. Selanjutnya untuk mempercepat akses keuangan,
Bank BPD Bali memberikan akses pembiayaan dengan berbagai produk kredit berupa kredit KUR Super Mikro, KUR Mikro dan KUR Kecil, kredit modal kerja, kredit investasi serta produk kredit lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bali kedepan.
Berbagai langkah inovatif telah dilakukan Bank BPD Bali dalam upaya optimalisasi layanan guna memberikan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi kepada nasabah, salah satunya melalui layanan digitalisasi.
Pengembangan layanan digital (salah satunya merchant QRIS) yang melibatkan Agen Perorangan, Lembaga Keuangan dan LPD diharapkan akan dapat membentuk satu ekosistem transaksional di Bali. Yang terbaru, saat ini layanan QRIS Bank BPD Bali telah menjadi salah satu peserta sandbox untuk dapat melayani transaksi antar negara (QRIS Cross Boarder).








