Economic Review- Dalam upaya mensukseskan penyelenggaraan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Indonesia terus melakukan beberapa perbaikan infrastruktur di lokasi yang bakal menjadi area lintasan dan tempat penyelenggaraan. Untuk tugas pengerjaannya,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pendukung. Salah satu tugas dari Waskita adalah merevitalisasi bangunan dan menata jalanan di wilayah Jakarta dan Bali.
“Untuk di wilayah Jakarta, Waskita dipercaya merevitalisasi dan merestorasi Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sementara itu, untuk wilayah Bali, emiten berkode WSKT ini diminta mengerjakan proyek peningkatan Jalan Simpang Sligita – Kempinski, dan Showcase Mangrove. Kami juga ditunjuk untuk revitalisasi dan restorasi Kawasan Taman Mini Indonesia Indah antara lain, Gedung Pengelola, Museum Indonesia, parkir utara, dan parkir selatan,” kata Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono di Jakarta, kemarin.
Secara rinci untuk pengerjaan di Bali, lanjut dia, Waskita diminta untuk melakukan penataan pedestrian, saluran, zona hijau, dan utilitas saluran. Selain itu, perusahaan konstruksi pelat merah ini juga diminta menata presevasi Jembatan Sawangan 1, Jembatan Sawangan 2, dan Jembatan Sawangan 3. Selanjutnya, melakukan pelebaran jalan pada Simpang Peminge, overlay AC-WC, pembuatan parkir Limosin dengan luasan 1,7 Ha, dan street furniture.
“Kami yakin, Perseroan bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik, bagus dan tepat waktu.Ditunjuknya Waskita untuk memperindah Indonesia lewat TMII dan Bali demi KTT G20 menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Saya dan Insan Waskita lainnya,” ungkap Destiawan.
Berdasarkan durasi pengerjaan, Waskita diberi waktu sekitar enam bulan untuk menyelesaikan proyek di TMII. Sedangkan untuk proyek di Bali, Waskita diberi waktu menyelesaikan sekitar tujuh bulan.








