Economic Review- Tumpang tindihnya pembelian batu bara untuk kebutuhan listrik bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakibatkan keberadaan PLN Batubara dipertanyakan. Kementerian BUMN bahkan memastikan bahwa PLN Batubara sebagai anak perusahaan PLN akan dibubarkan. Hal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi.
“Karena selama ini, batu bara yang dibeli PLN itu tetap dari PLN Batubara. Artinya, PLN Batubara beli dari pemilik batu bara, lalu masuk ke PLN Batubara, lalu jual lagi ke PLN. Adapun terkait ada atau tidaknya permainan di PLN Batubara, hal itu dapat diketahui setelah dilakukan proses audit rampung. Proses pengkajian dan audit dari rencana pembubaran PLN Batubara akan dilakukan secara transparan,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, kemarin.
Arya Sinulingga juga menambahkan, soal nanti apakah selama ini di sana banyak terjadi permainan atau tidak, nanti akan ada hasil audit, sehingga nantinya akan jelas semua. “Kita tunggu saja, yang pasti kita akan selalu transparan untuk itu,” tandasnya.
Soal rencana PLN Batubara dibubarkan, Arya Sinulingga tidak menampik hal tersebut. Pada tahap awal, lanjut dia, pemerintah terlebih dahulu melakukan penghitungan secara teknis, termasuk terkait total aset yang dimiliki PLN Batubara. Saat ini pihaknya tengah mengkaji secara teknis untuk pembubarannya, menghitung asetnya seberapa banyak. Karena hal tersebut ada prosesnya. Setelah kajian tersebut rampung, barulah Kementerian BUMN akan membubarkan PLN Batubara.
“Pembubaran tersebut dilakukan untuk kepentingan efisiensi di tubuh PLN. Sebab, selama ini PLN membeli batu bara dari anak usahanya tersebut, sehingga harga belinya lebih mahal daripada yang dipatok oleh produsen. Hal itu karena PLN Batubara mengambil margin lewat harga jual batu bara untuk operasional perusahaan,” pungkasnya.








