Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

ADB: Indonesia harus Siap Bertransisi ke Industri 4.0

by Yusniar
January 21, 2021
in BERITA TERKINI, KEBIJAKAN
126 10
0
ADB: Indonesia harus Siap Bertransisi ke Industri 4.0
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Asian Development Bank (ADB) merilis kajian bertajuk ‘Reaping the Benefits of Industry 4.0 Through Skills Development in Indonesia’. Kajian ini merupakan bagian dari riset di empat negara yaitu Filipina, Indonesia, Kamboja dan Vietnam.

Di Indonesia, kajian ini berfokus pada industri makanan dan minuman (F&B) serta industri otomotif. Kedua sektor ini sangat penting bagi pertumbuhan, lapangan kerja, daya saing internasional, dan fourth industrial revolution atau 4IR.

Ada sejumlah temuan dari studi ADB ini. Satu diantaranya adalah rekomendasi ADB agar Indonesia membuat peta transformasi industri yang memperlihatkan proses transisi ke revolusi industri ke-4 (4IR). Proses transisi ini melalui investasi yang memadai dalam pengembangan keterampilan, agar dapat mengakomodasi kebutuhan pekerjaan baru dan pekerjaan yang akan berubah.

Kajian ini juga mendapati bahwa teknologi 4IR akan menyebabkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan dalam industri F&B dan otomotif. Namun, kondisi ini akan diimbangi oleh permintaan tenaga kerja dengan keterampilan baru yang lebih besar, sehingga menghasilkan peningkatan lapangan kerja masing-masing sebesar 41% dan 30%.

Karena itu investasi dalam pengembangan keterampilan akan menjadi sangat penting. Pada kedua industri tersebut, akan terjadi penurunan jumlah pekerjaan yang bersifat rutin dan memanfaatkan tenaga fisik. Hal ini merupakan konsekuensi dari penggunaan teknologi robotik dalam lini perakitan otomotif dan teknologi otomasi dalam produksi makanan dan minuman. Sebaliknya, akan terjadi peningkatan jumlah kebutuhan tenaga dengan keterampilan yang lebih tinggi terutama dalam melakukan evaluasi, penilaian, dan pengambilan keputusan.

Di sektor otomotif, studi ini merekomendasikan untuk memprioritaskan adopsi 4IR dan upaya pengembangan keterampilan bagi UMKM, mendukung alih pengetahuan 4IR dari perusahaan multinasional besar ke UMKM, serta menjalin koordinasi yang lebih kuat antara sekolah vokasi, Balai Latihan Kerja dan lembaga pelatihan swasta yang dipandu oleh perusahaan.

Studi ini mendorong Indonesia untuk mengembangkan program Pendidikan serta Pelatihan Teknis dan Kejuruan (Technical and Vocational Education and Training atau TVET) khusus 4IR, melanjutkan upaya  dalam memperkuat keterkaitan antara TVET dan industri. Studi ini juga merekomendasikan program sertifikasi keterampilan secara fleksibel dan modular, yang dapat merekognisi  keterampilan yang diperoleh dari luar jalur pendidikan formal.

Studi ini juga merekomendasikan untuk mengkaji kembali mekanisme penjaminan mutu terutama dalam hal mutu program ‘pelatihan para pelatih (training of trainers atau ToT)’, memperkuat kemitraan dengan industri, dan program sertifikasi fleksibel yang mencakup lebih dari sekadar pendidikan konvensional dan lembaga pelatihan.

“Proses 4IR dapat membawa transformasi bagi Indonesia dan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan industri guna memastikan kecocokan yang lebih baik dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri, terutama di bidang makanan dan minuman,” kata Sameer Khatiwada, spesialis sektor sosial di ADB.

Studi ini juga mendapati bahwa perusahaan yang menggunakan teknologi 4IR lebih berpeluang untuk pulih lebih cepat pasca-COVID-19 dan lebih mampu bertahan di masa mendatang.

Temuan lainnya berkaitan dengan ketidakcocokan antara lembaga pelatihan dan pemberi kerja dalam kesiapan lulusannya untuk bekerja. Meskipun 96% dari lembaga pelatihan melaporkan bahwa lulusannya sudah disiapkan secara memadai untuk posisi pemula, hanya 28% dari penyedia kerja di bidang F&B dan 30% dari industri otomotif yang setuju akan hal ini. Selan itu, hanya 19% dari lembaga pelatihan yang melaporkan penggunaan platform online untuk pelatihan dan hanya 16% yang melaporkan penggunaan metoda baru seperti augmented reality dan virtual reality.

“Seiring penyebaran teknologi 4IR yang makin meluas, investasi besar pada keterampilan digital akan meningkatkan peluang para pemuda maupun kelompok senior untuk mengakses pekerjaan berkualitas, sekaligus menurunkan risiko kehilangan pekerjaan,” kata Shanti Jagannathan, spesialis utama sektor pendidikan di ADB. “Inilah saatnya memanfaatkan metode pendidikan keterampilan berbasis platform virtual dan perangkat seperti ponsel, serta mengembangkan lembaga pelatihan yang sigap dalam menawakan pelatihan dan kredensial yang dibutuhkan pasar.”

Previous Post

KCI : Masyarakat Boleh Ikut Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta

Next Post

Bappebti Blokir 1191 Entitas Tak Berizin Sepanjang Tahun 2020

Related Posts

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
Uncategorized

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z

May 2, 2026
Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review

April 16, 2026
Next Post
Bappebti Blokir 1191 Entitas Tak Berizin Sepanjang Tahun 2020

Bappebti Blokir 1191 Entitas Tak Berizin Sepanjang Tahun 2020

Recent Posts

  • Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026
  • Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
  • Aplikasi Remitasi Zendmoney Permudah Pekerja Migran
  • Ijin Operasional Investree Resmi Dicabut OJK, Pendiri Jadi DPO
  • Kementerian ESDM Pastikan Perekonomian Indonesia Tumbuh
  • Pembahasan Perubahan Nama Jalan Jadi Agenda Dinas Kebudayaan DKI Jakarta

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored