EconomicReview-Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2020, menobatkan Direktur PT Adhi Karsa Karya Pratama Alawinsia Alinda Megawati menjadi salah satu peraih penghargaan API 2020, yang diserahkan langsung oleh Menteri Bintang Puspayoga selaku Menteri KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).
API 2020 merupakan penghargaan yang dihadirkan berkat kerjasama KPPPA, Economic Review dan PPPI (Perkumpulan Perempuan Pemimpin Indonesia), yang ingin mengapresiasi perempuan pemimpin terbaik di bidangnya, yang di nilai telah turut berdaya di Indonesia dan di manca negara.

Alawinsia Alinda Megawati, biasa disapa Alin, adalah representasi kegigihan kaum perempuan di tengah dominasi bisnis sektor konstruksi yang acapkali dimonopoli kalangan pria. Kegigihannya bisa dilihat dari tantangan alam yang dihadapinya, yaitu bumi Papua, kawasan yang butuh perhatian ekstra terutama pembangunan infrastruktur.
Perjalanan bisnis Alin memang mengagumkan. Dari bukan siapa-siapa, kini Alin merupakan salah seorang pengusaha wanita paling dikenal di Papua. Kerjasamnya dengan suami membangun usaha membuah kan hasil, dari hanya bermodalkan uang jutaan rupiah, kini berkat perjalanan bisnisnya yang moncer aset Alin mencapai miliaran rupiah. Dan telah banyak membuka lapangan kerja bagi orang-orang disekitarnya.
“Membangun Papua tak sekadar soal kecukupan infrastruktur, tetapi juga manusianya. Infrastruktur yang baik sekalipun tidak akan menyelamatkan Papua apabila masyarakatnya tidak memiliki lapangan kerja yang memadai,” kata sosok keibuan ini.

Kiprah bisnisnya dimulai pada 1994 ketika temannya seorang kontraktor menawarinya untuk mengerjakan proyek drainase. Sigap, Alin menerima pekerjaan tersebut dan cergas mengurus pembentukan badan usaha. Maka, berdirilah CV Adhi Pratama, perusahaan pertama Alin berdomisili di Kabupaten Biak Numfor. Proyek pertama itu diselesaikan Alin dengan memuaskan, sehingga pekerjaan lainnya satu persatu mulai menghampirinya.
Seiring perkembangan usaha yang kian membesar, bendera perusahaan pun berubah nama, PT Adhi Karsa Karya Pratama pada 2007. Dengan status PT itu, status perusahaan juga naik kelas dari semula hanya subkon menjadi kontraktor utama (main contractor). Pekerjaannya meliputi proyek-proyek infrastruktur (jalan raya) di Papua dan Papua Barat. Bahkan, sudah melebarkan sayap hingga menggarap proyek di pulau Jawa.
Program pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang sebagai solusi meningkatkan konektivitas antar wilayah menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha di sektor konstruksi seperti Alin. Namun ia juga menyadari persaingan di sektor ini semakin ketat. Untuk mengatasi hal itu, peningkatan kompetensi SDM dan permodalan menjadi solusinya. Karyawan di bagian tertentu diikutsertakan dalam training-training untuk mengikuti ujian sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan. “Kompetensi SDM terus ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan pasar,” ujar Alin. (berbagai sumber)








